22 October 2018

Radikalisme Masuk Kampus? Ini Cara Mengatasinya, ungkap Rektor Unibraw

KONFRONTASI- Rektor terpilih Universitas Brawijaya Malang Nuhfil Hanani mengungkapkan, setidaknya ada dua penyebab radikalisme tumbuh di lingkungan kampus.

“Pertama, lunturnya nilai-nilai nasionalisme kita. Kalau kita lihat di Jepang, itu selalu diajarkan bagaimana pahlawan berjuang untuk bangsa,” kata Nuhfil dalam diskusi Aktivis Lintas Generasi yang diselenggarakan Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (PGK) bertajuk ‘Strategi Kebangsaan Mengatasi Radikalisme’ di Resto Pempekita, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (11/6).

Kedua, kata dia, ada pemahaman Islam yang keliru tentang jihad.

Selain itu, lanjut dia, munculnya radikalisme ada dari faktor eksternal dan internal.

“Yang eksternal, misalnya bangsa Palestina yang terus menerus diinjak-injak. Ada doktrin jihad dari luar negeri, ada yang pergi kesana (luar negeri) dan datang ke sini,” ungkapnya.

Dari faktor internal, terang Nuhfil, adalah adanya kesenjangan ekonomi.

“Tidak terlepas dari latar belakang seseorang tersebut. Kalau latar belakangnya tak bahagia, maka akan mudah terpapar radikalisme,” ungkapnya.

Adapun, cara menanggulangi radikalisme dalam kampus, menurutnya ada empat pendekatan.

“Pendekatan sosiologis berupa pendampingan agama ke kampus-kampus, pendekatan keamanan, pendekatan akademik dan pendekatan psikologis,” ujarnya.

http://www.sayangi.com/homeapps/uploads/2018/06/20180611_164944-696x411.jpg

 

Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) menyelenggarakan diskusi dengan tema “Strategi Kebangsaan Mengatasi Radikalisme di Universitas”. Diskusi aktivis lintas generasi ini diselenggarakan di Aula DPP PGK, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (11/6).

Dalam pembukaan, Ketua Umum PGK Bursah Zarnubi mengatakan, radikalisme dapat tumbuh karena kurangnya pemahaman  atau gagal paham generasi muda tentang Pancasila. Padahal, Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa Indonesia.

“Pancasila harus hadir dalam keadaan nyata, dalam sistim politik, ekonomi, sosial dan keteladanan harus berlandaskan Pancasila,” ujar Bursah. *kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...