Progres 98: Pak Kapolda Metro Jaya, Jangan Sensi Dong Terhadap Ulama

Ceramah Habib Rizieq yang menyebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan sebagai "Jenderal berotak hansip", lucu bila dijadikan alasan untuk diperkarakan secara hukum.

Pihak yang ingin mempidanakan ucapan tersebut justru dikhawatirkan akan menstigmakan Irjen M Iriwan jauh lebih rendah kualitasnya dari Hansip atau Satpol PP dan Satpam.

Harus diingat, Hansip, Satpam dan Polri adalah kumpulan warga negara yang secara manusiawi memiliki kesataraan. Hanya berbeda secara organisasi, peran dan fungsi saja.

Bahkan fakta menunjukan ada banyak Hansip dan Satpam lulusan sarjana, berhati mulia, jujur, tidak curi uang negara, tidak sogok Istana untuk dapatkan jabatan, sangat religi dan mencintai Ulama.

Hansip dan Satpol juga tidak terlibat kasus pembunuhan sadis dalam skandal kriminalisasi Ketua KPK Antasari Azar, kasus KKN dan berkolusi dengan cukong serta gemar mengumpul uang haram.

Kebanyakan Hansip dan Satpam. adalah orang-orang mulia, baik dan berbudi pekerti yang luhur. Sama dengan sebagian besar anggota Polri yang juga banyak berkualitas dan membanggakan rakyat.

Jadi soal menyebut Kapolda "Jenderal berotak hansip" jangan dipolitisir apalagi mau dijadikan dalih untuk penegakkan hukum. Hal itu tidak elok dan perlu lagi belajar bahasa Indonesia yang benar.

Sebab ungkapan seperti itu sering kali digunakan oleh jutaan rakyat sebagai sindirin halus kepada pejabat bermental arogan dan sok bersih dari kejahatan KKN.

Stop mengusik ulama dan umat Islam untuk berupaya mengalihkan publik dari masalah kejahatan atas penistaan kesucian Al Qur'an. Rakyat kini semakin cerdas dan tidak bisa dibohohi !

Faizal Assegaf
Ketua Progres 98

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...