Priyo Budi Santoso: Suka-suka Ical lah

KONFRONTASI -  Calon ketua umum Golkar Priyo Budi Santoso mengaku terperanjat saat mendapatkan rekaman mirip suara Nurdin Halid yang membuat skenario agar Munas IX Golkar mengarah aklamasi memilih Aburizal Bakrie. 

Kata mantan Wakil Ketua DPR ini, cara-cara tersebut akan menimbulkan malapetaka untuk Golkar.

"Sore ini saya terperanjat muncul rekamaan yang konon mirip Nurdin Halid. Kalau benar seperti itu, ini benar-benar mencederasi rasa keadilan sampai ubun-ubun kita. Ada skenario mengusai tatib, mereka sendiri mengakui ini licik," ucapnya di kamar menginapnya, Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Senin malam (1/12).

Menurut Priyo, selama ini Golkar selalu mengedepankan tatakrama, fatsun, dan kesantunan dalam politik. Desain yang dilakukan Nurdin jauh dari tradisi Golkar.

"Mendengar rekaman itu, saya merinding. Saya tidak menyangka, betul-betul menjadi peristiwa yg melukai hati kita. Memang jelas ada skenario untuk meloloskan salah satu calon," cetusnya.

Ditambahkan Priyo, dirinya mendapat curhatan dari DPD-DPD mengenai jalannya munas. "Tadi saya ketemu dengan DPD-DPS, meraka nangis, karena suara mereka tak didengar. Kalau bersuara keras, diangkut oleh orang yang tangannya kekar," beberanya.

Sebenarnya, tambah Priyo, dirinya sangat siap bertarung dengan Ical. Tapi, dengan kondisi seperti ini, dia tidak berminat lagi untuk maju. 

"Tapi, kalau ini sudah diberangus, nilai-nilai demokrasi nama lagi yang akan dipertandingkan. Sekarang, susa-suka mereka saja lah," tandasnya.[rm/ian]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...