Prabowo Subianto telah mencium adanya Gelagat Kecurangan .Prabowo Meminta Pemilu 2019 berjalan dengan jujur dan adil.

KONFRONTASI- Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan, dia telah mencium adanya gelagat kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang. Bentuk kecurangan itu, di antaranya adalah bagi-bagi uang menjelang Pemilu, Daftar Pemilih Tetap yang bermasalah dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengajak pendukungnya melawan kecurangan. Caranya adalah dengan memilih dia tanpa harus takut oleh berbagai bentuk intimidasi.

Prabowo juga menyayangkan adanya 17 juta DPT yang bermasalah. "Berapa pun suara yang didapat, masih ada cadangan 17 juta suara yang tidak jelas dari mana. Janganlah begini," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan hal itu saat berkampanye di hadapan massa yang berkumpul di Lapangan Galuh Mas II, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jumat 29 Maret 2019.

"Mereka menganggap rakyat bodoh seperti kambing yang mudah dipotong. Mereka seperti berbaik hati dengan membagi-bagi duit menjelang Pemilu tetapi mereka mebiarkan rakyat miskin dan sulit mendapatkan pekerjaan selama hampir lima tahun," ujarnya.

 

CALON Presiden Prabowo Subianto menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Galuh Mas II, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jumat 29 Maret 2019.*/DODO RIHANTO/PR

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengajak pendukungnya melawan kecurangan. Caranya adalah dengan memilih dia tanpa harus takut oleh berbagai bentuk intimidasi.

Prabowo juga menyayangkan adanya 17 juta DPT yang bermasalah. "Berapa pun suara yang didapat, masih ada cadangan 17 juta suara yang tidak jelas dari mana. Janganlah begini," kata Prabowo.

Dia meminta KPU menjaga netralitas dengan tidak membiarkan terjadinya berbagai kecurangan. Prabowo mengaku siap menerima kekalahan selama Pemilu 2019 berjalan dengan jujur dan adil.

CALON Presiden Prabowo Subianto menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Galuh Mas II, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jumat 29 Maret 2019.*/DODO RIHANTO/PR

"KPU, mohon jangan izinkan kecurangan terjadi lagi. Saya tidak ada masalah siapapun yang dipilih rakyat. Saya akan tunduk dan patuh, asal rakyat tidak dicurangi," tutur dia.

Dalam kampeny terbukan itu Prabowo berjanji, jika terpilih menjadi Presiden hasil Pemilu 2019, dia akan menyelenggarakan Pemilu 2024 yang paling transparan, jujur, bahkan murah.

Selain itu, Prabowo berjanji, selama memimpin, dia akan tetap menempatkan aparatur pemerintah sebagai pihak yang harus dijaga dan dipelihara netralitasnya. Dengan demikian, mereka tidak diseret-seret ke dalam lingkaran kepentingan politik.

"Hukum pun tidak boleh dijadikan alat politik. Sisa hidup saya hanya sebagai alat rakyat," ujarnya.(Jft/PR)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...