Prabowo Menang, Joko Kalah Dijabar, Rieke Pitaloka: Jangan Biarkan Suara Rakyat Diculik atau Dibunuh

KONFRONTASI - Politikus PDI Perjuangan Rieke  Diah Pitaloka, mengajak masyarakat untuk terus mengawal perolehan suara di Jawa Barat. "Jangan biarkan suara rakyat Jabar diculik atau dibunuh," kata Rieke dalam keterangannya, Kamis (17/7).

Anggota Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla itu mengatakan, hasil rekapitulasi suara real count pilpres 2014, hingga 17 Juli pukul 11.08 yang bersumber dari website Komisi Pemilihan Umum dan www.kawalpemilu.org diketahui secara nasional Jokowi-JK meraih 65.770.593 atau 52,82 persen.

Kemudian Prabowo-Hatta 58.746.571 atau 47,17 persen. Sedangkan suara Jabar, kata Rieke, yakni Jokowi-JK 8.948.915 atau 40,06 persen, Prabowo-Hatta 13.387.795 atau 59,93 persen.

Menurutnya, ada beberapa KPUD yang belum terlihat update  hasil plenonya di website KPU Pusat. Meski sebenarnya, proses pleno di tingkat kabupaten kota mayoritas sudah selesai kecuali kota Bandung masih berlangsung hingga siang ini.

"Ini pun agak janggal kenapa lambat, dengan jumlah DPT dan luas wilayah yang seharusnya bisa dilakukan cepat," kata Rieke.

Ia menambahkan, praktek-praktek penggelembungan suara dengan berbagai modus harus diwaspadai. Indikasi penggunaan surat suara sisa yang bisa terlihat dilonjakan partisipasi pemilih yang tak wajar. "Seperti indikasi di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor," kata dia.

Menurutnya, diperkirakan ada 10 juta surat suara sisa di Jabar yang hingga saat ini belum bisa diperlihatkan fisiknya oleh penyelenggara.

Belum lagi kabar yang mengatakan ada tujuh juta surat suara tambahan yang dicetak di Jawa Tengah atas order oknum tertentu untuk disebarkan di Jabar dan Banten. "Semoga kabar itu tidak benar, tapi tentu tak ada salahnya jika aparat lakukan investigasi," ungkap Rieke.

Ia juga mendorong Bawaslu untuk menjalankan tugasnya dengan amanah dalam mengawasi penyelenggara pemilu.[ian/jpn]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...