18 August 2018

Prabowo Didesak Tunda dan Mengulur Pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU sampai Cawapresnya Jelas Diterima Ulama & Semua Pemangku Kepentingan

KONFRONTASI- Koalisi Gerindra/PKS/PAN Demokrat didesak agar  menunda dan mengulur pendaftaran capres cawapresnya sampai Prabowo menemukan cawapres yang disetjui oleh semua anggota koalisi serta ulama GNPF, Ijtima ulama 212,  yang perduli agar mengendap dan mantap dalam melangkah ke depan menyusul konflik dan ketegangan antara para ulama GNPF 212 dengan Koalisi Gerindra itu. Para ulama GNPF dan 212 ingin Prabowo menang, maka harus dapat dukungan para Ulama dan kaum Muslim.

 Teka teki siapa yang akan menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto sampai malam ini masih menjadi pertanyaan banyak pihak. Padahal, Joko Widodo sebelumnya telah mengumumkan nama cawapresnya yakni KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres pada Pemilu 2019 mendatang. Yusuf Martak, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa bertandang ke rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada sore hari tadi. Yusuf Martak tiba sekitar pukul 16.20 mengenakan busana dan peci putih.

Pada wartawan Yusuf Martak mengatakan akan mempertanyakan keputusan Prabowo ihwal calon wakil presiden yang akan mendampinginya di pemilihan presiden 2019. "Kami mau mempertanyakan keputusannya bagaimana," kata Yusuf Martak di depan rumah Prabowo, Kamis, 9 Agustus 2018.

Beberapa waktu lalu GNPF Ulama melalui Ijtima Ulama merekomendasikan dua nama cawapres untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Kedua nama itu adalah Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al Jufri dan ustadz Abdul Somad.

Belakangan nama yang muncul sebagai cawapres Prabowo Subianto adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Nama Sandiaga Uno hari ini bahkan lebih menguat. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo mengatakan partainya mempertimbangkan Sandiaga Uno. Namun, PAN masih menimbang lantaran Sandiaga uno masih merupakan kader Gerindra.

Hasil gambar untuk Rizal ramli dan KH Hamzah

 

 

Hasil gambar untuk Rizal ramli dan ulama 212

 

 

Partai Keadilan Sejahtrera (PKS) malam ini meyatakan tetap mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres pada Pilpres mendatang. “Kami tetap mendukung Pak Prabowo sebagai Capres, dan ini sudah merupakan keputusan kami secara matang,” ujar Sekjen PKS Mustafa Kamal, malam ini. Namun siapa cawapresnya, ulama GNPF dan PKS/PAN mendesak bukan Sandiaga Uno, melainkan nama lain yang diterima semua pemangku kepentingan.

. Hal ini diperkuat dari pernyataan Sandiaga Uno beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa mantan Menko Ekonomi di Era Gusdur tersebut adalah sosok yang paling pantas menjadi cawapres Prabowo.

“Hari ini kita dengar dari seorang yang kita bisa sebut sebagai orang yang terbaik dalam meng-handle ekonomi Indonesia. Pada masa pemerintahan Gus Dur kita sudah lihat track record-nya. Bang Rizal Ramli jelas keberpihakannya kepada rakyat. Betul?” tanya Sandiaga yang disahut hadirin di kantor Sekber Indonesia, Jalan Kemuning 4, Jakarta Pusat, Rabu malam (11/7/2018) lalu.

Sebelumnya sejumlah nama juga digadang-gadang menjadi kandidat paling kuat sebagai pendamping Prabowo Subianto, yakni Rizal Ramli yang yatim piatu sejak 8 tahun, lahir dari keluarga Muhammadiyah Padang, dan menjadi anak asuhan politik Gus Dur ( Presiden RI dan Pemimpin Pesantren Tebu Ireng) Jombang. RR juga anggota keluarga besar Pesantren Pondok Gontor. Hubungan RR yang dekat dengan Pesantren Tebu Ireng Gus Dur  dan Pesantren Pondok Gontor itu mau tidak mau di kemudian hari membawa Rizal Ramli juga berhubungan dekat dekat dengan kaum Nahdliyin atau yang lebih dikenal dengan NU Kultural. Rizal Ramli berkunjung ke beberapa pesantren, seperti Tebu Ireng di Jombang, Al Hikam yang didirikan oleh almarhun KH Hasyim Muzadi di Depok, Pesantren Al Kharimiyah yang dipimpin oleh KH A Damanhuri di Sawangan Depok, pesantren Mambaul Hikmah yang dipimpin oleh KH Sulton di Tegal. Selain itu juga mempunyai hubungan dekat dengan alm KH Hasyim Muzadi, juga pernah berkunjung kerumah kakak sulung KH Hasyim Muzadi sekaligus sesepuh NU KH Abdul Muchit Muzadi di Jember. Rizal Ramli juga dekat dengan Gus Solahudin Wahid adik Gus Dur bahkan pernah mekakukan kegiatan bersama dalam Konvensi Rakyat Untuk Presiden, yang mengadakan kegiatan di enam kota besar, yaitu, Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar, Bandung dan Balikpapan.

 

Hasil gambar untuk Rizal ramli dan ulama

Bahkan sandi menyebut waktu dipercaya menjabat menko Kemaritiman dan Sumber Daya era pemerintahan Jokowi, kata Sandiaga, Rizal Ramli masih konsisten berpihak rakyat dengan terus berteriak menentang kebijakan pemerintah yang dirasanya tidak tepat.

“Tapi rupanya banyak yang nggak suka sama Bang Rizal (sehingga dia dipecat dari jabatannya). Ini jadi rezeki bagi kita semua bahwa hari ini Bang Rizal ada di antara kita,” ucap Sandi.

Hasil gambar untuk Rizal ramli dan KH Hamzah

Sandiaga menegaskan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sangat tertarik dengan gagasan-gagasan RR yang sudah mendeklarasikan diri maju Pilpres 2019.

“Bang Rizal ini disapa sama Pak Prabowo sebagai calon presiden kita. Kalau Pak Prabowo bisa bersanding dengan Bang Rizal ini adalah kombinasi yang luar biasa. Satu ahli ekonomi, satu ahli kebangsaan. Keberpihakannya jelas kepada masyarakat, ekonomi Pancasila,” tutup Sandi.

Gambar terkait

Sebagaimana diketahui, Rizal Ramli telah melakukan pertemuan beberapa kali dengan Prabowo Subianto, baik di kediaman Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, maupun di Kampus Universitas Bung Karno.(Waw)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...