22 July 2018

Polri Sita 8 Perusahaan Terkait Frist Travel

Konfrontasi - Mabes Polri terus mengembangkan kasus dugaan penipuan oleh biro umrah First Travel (FT). Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan penyidik telah mendeteksi delapan perusahaan terkait First Travel.

"Kami telah menyita delapan perusahaan dan delapan ini kita mintakan kepada Dirjen Administrasi Hukum Umum atau AHU (dari Kemenkumham) untuk dihentikan operasinya," kata Martinus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (31/8/2017).

Pembekuan itu, lanjut dia, dilakukan dalam kaitan penyidikan tindak pidana pencucian uang. Aset-aset milik perusahaan itu akan disita.

Saat ditanyakan soal apakah delapan perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan PT First Travel, dia mengatakan penyidik masih menelusurinya.

"Jadi tersangka ini membuka PT lainnya sehingga penting bagi kita untuk bisa menelusurinya dalam lakukan penyitaan dalam kaitan proses tindak pidana pencucian uang. Termasuk ada travel juga, ada yayasan, seperti Interculture Tourindo, Pelita Makmur dan seterusnya, itu yang kita sita," beber Martinus.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni pasangan suami istri, Andhika dan Annisa Hasibuan, serta adik Annisa, Kiki Hasibuan. Mereka diduga melakukan penipuan dan penggelapan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel terhadap puluhan ribu calon jemaah umrah. (lptn6/mg)

Category: 
Loading...