25 January 2020

Polisikan Rocky Gerung Karena Perbedaan Pendapat, PDIP Dinilai Salah Langkah

KONFRONTASI-Pakar komunikasi politik Hendri Satrio menilai PDI Perjuangan salah langkah menyikapi Rocky Gerung. 

Dia mengatakan, seharusnya partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu menggunakan warisan pendiri bangsa, dibanding melaporkan seseorang ke kepolisian. Hal ini menyusul politikus PDIP Henry Yosodiningrat melaporkan Rocky Gerung, yang akhirnya ditolak oleh Bareskrim Polri.

"Sudah ditolak kan sama kepolisian. Melegakan. Ini jadi pembelajaran kalau memang ada perbedaan pendapat. Seharusnya diselesaikannya menggunakan teknologi yang sudah diwariskan pendiri bangsa, yang namanya musyawarah untuk mufakat," kata dia dilansir JPNN.com, Selasa (10/12).

Pria yang akrab disapa Hensat ini mengharapkan partai politik tidak menjadikan lapor melapor ke polisi sebagai budaya. Menurut dia, dialog dan musyawarah merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan perdebaan.

"Jadi budaya saling lapor melapor ini harus dihilangkan dengan segera. Jadi janganlah lapor melaporkan karena perbedaan pendapat dan pikiran. Enggak bagus juga buat perpolitikan," kata Hensat.

Politikus PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri, Senin (9/12). Namun, laporan itu ditolak oleh Bareskrim.

Pelaporan ini berkaitan dengan dugaan penghinaan yang diduga dilakukan Rocky karena menyebut Presiden Jokowi tak paham Pancasila. Henry mengatakan, dia melapor usai menerima rekaman video dan transkip ucapan Rocky yang berbicara di salah satu stasiun televisi.

“Dia mengatakan, Presiden hanya hafal Pancasila tapi tidak paham. Saya melihat ucapan itu keterlaluan,” ujar Henry di Bareskrim Polri, Senin (9/12).[mr/jpnn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...