Polda Metro Tangkap Seorang Pengusaha DT Alias MDA Terkait Narkoba

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Herry Heryawan

KONFRONTASI -   Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Herry Heryawan membenarkan Tim Subdit 2 menangkap seorang pengusaha bernama DT alias MDA bersama rekannya, WW, terkait kasus peredaran narkoba.

DT dan rekannya WW ditangkap di Apartemen Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat, tepatnya di Lantai 17 kamar 1701 unit Apartemen Hayam Wuruk pada Jumat (28/2/2020).

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Herry Heryawan mengatakan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat adanya peredaran dan transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Apartemen Hayam wuruk, Jakarta Barat.

Atas informasi tersebut, tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya langsung menuju lokasi. Namun, keduanya bertindak tidak kooperatif dengan mengunci pintu kamar.

Setelah itu, polisi mencoba mendobrak pintu tersebut dan akhirnya menangkap keduanya didalam kamar. Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti narkoba berupa sabu dan ekstasi.

“Ditemukan barang bukti milik tersangka DT seperti satu plastik klip berisi sabu brutto 4,8 gram, satu plastik klip berisi 2 pecahan ekstasi brutto 0,4 gram, 2 unit telepon genggam, 1 buah cangklong, 2 buah sedotan dan bong. Kemudian dilakukan tes urin dan hasil tes positif amphetamine,” kata Kombes Pol Herry Heryawan kepada www.beritabuana.co, Minggu (1/3/2020).

Menurut Herry, pihaknya juga melakukan penggeledahan badan terhadap rekan DT, WW dan ditemukan 1 plastik klip berisi sabu brutto 1,8 gram, 2 unit telepon genggam, 1 pucuk senjata jenis air soft gun.

Dari hasil tes urin DT dan WW positif Amphetamine. Berdasar hasil interogasi awal, DT mengaku dapat sabu dari WW untuk dikonsumsi bersama-sama.

“Barang bukti yang disita adalah sisa dari barang yang dikonsumsi. Sedangkan tersangka WW mendapatkan sabu dengan cara membeli dari seseorang bernama Dodot di wilayah Gunung Sahari, sebanyak 5 gram dengan harga Rp7.500.000, tim masih melakukan pengembangan dan masih memburu Dodot yang buron,” jelas Herry. (Jft/buana)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA