Pilbub Lahat Diguyur kasus politik Uang, Bursah Zarnubi Korban Kecurangan akibat Politik Uang

KONFRONTASI-  Para analis dan peneliti menilai Pilkada  Lahat memang gila-gilaan, sebab ada ratusan ribu amplop berisi Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu dibagikan kepada masyarakat untuk coblos Paslon no.3.  Dan  media massa sudah melaporkan semua kecurangan itu, yang terstruktur, sistematik dan massif.

Para analis dan peneliti  berharap, mudah-mudahan  paslon no.3 di diskwalifikasi dari Pilkada karena dicurigai curang dengan politik uang yang massif. Sekarang masalahnya sudah di tangan Bawaslu Sumsel.

‘’Politik uang yang terstruktur, sistematik dan massif.  Sungguh itu merusak demokrasi,’’ kata  analis M Nabil dari CSRC UIN Jakarta dan aktivis Sabran, yang juga relawan demokrasi di Lahat. '' Bursah Zarnubi dan paslon lain jadi korban politik uang yang sangat curang, Bawaslu mendapat mandat untuk mengatasi dan memenuhi aspirasi warga Lahat itu, semoga pilkada amanah dan jurdil, dibersihkan dari pelaku politik uang, '' kata peneliti Darmawan Sinayangsah yang juga Direktur Freedom Foundation dan alumnus Fisip UI.

Hasil gambar untuk bursah zarnubi

 

Pilwako Lahat Memanas, 150 Anggota TNI-Polri Disiagakan, Kapolres Klaim Masih Kondusif

Sebanyak kurang lebih 150 anggota TNI-Polri disiagakan di depan kantor Panwaslu Lahat.

Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika kembali adanya aksi demo seperti yang terjadi Rabu (27/6) malam kemarin.

Bahkan, jalan Mayor Ruslan ditutup sementara.

Namun, hingga berita ini dimuat massa yang akan memprotes hasil Pilkada Lahat belum kunjung tiba.

Pilbup Lahat Masih Panas, Massa Kembali Geruduk Kantor Panwaslu Lahat Protes Politik Uang

"Ya awalnya akan ada aksi massa. Namun, hingga kini kita tetap siaga,"Terang Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi, SIK.

Roby sendiri tidak menapik adanya aksi massa buntut pelaksanaan Pilkada Lahat.

Meski demikian, Roby menegaskan hingga kini Kabupaten Lahat masih kondusif.

Pihaknya jugaakan terus mengawal kesuksesan dan keamanan Pilkada Lahat.

Hasil gambar untuk bursah zarnubi

Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Politik Uang, menggeruduk Sekretariat Panwaslu Lahat, Jumat sore (29/6).

Sama seperti aksi massa sebelumnya, tuntutan kali ini tetap meminta diskualifikasi salah satu paslon yang dituduh melakukan politik uang. Namun, tidak satu pun anggota Panwaslu Lahat yang keluar menemui massa.

Hasil gambar untuk bursah zarnubi

Tidak ada tanda-tanda akan ditemukan anggota panwaslu, ditambah turunnya hujan membuat massa memilih membubarkan diri.

"Bila tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan kembali melakukan aksi lebih besar," kata orator aksi, Rahman Fikri. (berbagai sumber)

 

Hasil gambar untuk bursah zarnubi

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...