9 April 2020

PGI Tak Persoalkan Pernyataan Rocky Gerung Soal Kitab Suci Fiksi

KONFRONTASI-Pernyataan pengajar filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung, mengenai kitab suci sebagai fiksi menimbulkan banyak reaksi dan tanggapan. Rocky Gerung dilaporkan ke polisi akikbat pernyataannya saat menjadi narasumber dalam program televisi, Selasa (10/4).

Menanggapi kisruh pernyataan Rocky tersebut, Kepala Humas Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Jeirry Sumampow menyatakan pihaknya tak merasa terganggu. Jeirry menilai isu mengenai keagamaan saat ini dibuat terlalu sensitif sehingga meninggalkan akal sehat dan objektivitas.

"Kalau bagi saya sih tidak terlalu banyak dipersoalkan ya. dan itu dia, dia (Rocky) tidak bermaksud untuk menista agama, dengan begitu saja. Itu begitu saja muncul secara spontan dan langsung di acara televisi tersebut", kata Jeirry dilansir CNNINdonesia.com, Kamis (12/4).

Jeirry memandang maksud dari kitab suci didefinisikan fiksi telah dijelaskan Rocky dalam program televisi tersebut. Rocky juga, kata Jeirry, menegaskan itu dengan tidak memberikan definisi fiktif pada kitab suci. Jadi, sambungnya, pernyataan itu tak perlu terlalu dipersoalkan karena tanpa bermaksud untuk menistakan dan menodakan agama.

PGI Tak Mempersoalkan Pernyataan Rocky soal Kitab Suci FiksiRocky Gerung. (Detikcom/Ari Saputra)
"Itu merupakan tugas tambahan bagi kami, tokoh agama untuk menjelaskan. dan ini merupakan momentum bagi kami membangun kesadaran masyarakat tentang posisi kitab suci itu seperti apa," tambah Jeirry mencoba mengambil hikmah dari kisruh pernyataan kitab suci fiksi.

Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI itu mengatakan pandangan mengenai kitab agama yang dianggap fiksi tergantung dengan orang yang memahami. Ia mengatakan kitab suci memiliki kedudukan yang agung bagi tiap pemeluk agamanya.

Ia pun mencontohkan dalam tradisi PGI soal menafsirkan kitab agama itu dilakukan secara bebas san terbuka walaupun di setiap gereja mempunyai cara masing-masing. Dia juga mengatakan bahwa kitab agama mengandung kebenaran namun bagi orang yang meyakini, dan susah dipercaya bagi yang tidak mengimaninya.

Pada kitab suci juga dituliskan mengenai masa depan yang belum terjadi. Hal itu, kata Jeirry, kembali lagi kepada masing-masing orang untuk mendefinisikan.

Saat menjadi narasumber dalam sebuah program televisi, Selasa (10/4), Rocky menyebut kitab suci sebagai fiksi. Dalam penjelasan selanjutnya, ia mengaku ingin meluruskan makna fiksi yang dinilai menjadi peyorasi akibat ulah politisi. Rocky pun meminta fiksi dibedakan dengan 'fiktif'.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ada tiga definisi fiksi: cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya); rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan; pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran. Sementara fiktif didefinisikan: bersifat fiksi, hanya terdapat dalam khayalan.

Akibat pernyataannya tersebut, Pada Rabu (11/4), Ketua Cyber Indonesia Permadi Arya didampingi Sekjen Jack Boyd Lapian melaporkan Rocky ke polisi. Rocky diancam jeratan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.[mr/cnn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...