Peta Rumah Deret Tamansari Bandung Sudah Muncul, Akan Dibangun Februari 2020

KONFRONTASI -   Pemkot Bandung masih menunggu penerbitan sertifikat atas lahan yang terletak di RW 11 Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan dengan luas sekitar 8.334 meter persegi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pemkot Bandung -melalui Badan pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)- terus berkomunikasi dengan BPN perihal pengurusan sertifikat lahan.

Kepala Bidang Pencatatan dan Pelaporan Aset BPKAD Kota Bandung, Siena Halim menyebutkan, BPN telah mengeluarkan peta bidang. Hal itu menunjukkan progres atas pengurusan sertifikat lahan.

"Peta bidang sudah muncul. Berarti, sudah ada prosedur yang dilakukan BPN. Peta bidang merupakan bagian tahapan, sebelum dokumen sertfikat terbit," ucap Siena pada acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Kamis, 23 Januari 2020.‎

Siena mengatakan, lahan di RW 11 Tamansari merupakan bagian aset Pemkot Bandung, tercatat dalam daftar inventaris barang dengan nomor register 0603.

Aset Pemkot Bandung itu berdasarkan surat segel jual beli tanah dari Nji Oenti dengan luas 592 tumbak, atau sekitar 8.334 meter persegi bertanggal 16 April 1930.

Pembangunan fisik tahap pertama rumah deret Tamansari diupayakan mulai berjalan pada pertengahan Februari 2020. Berdasarkan perencanaan,180 unit hunian pembangunan tahap pertama tersedia mulai Oktober 2020.

Pembangunan fisik tahap pertama dijalankan Pemerintah Kota Bandung-Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3)- setelah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terbit.

Kepala Bidang Perumahan DPKP3 Kota Bandung Nunun Yanuati menuturkan, alokasi anggaran untuk pembangunan tahap pertama, Rp 66 miliar.

Pihaknya lebih dulu membangunan 180, dari total 497 unit hunian.

"Warga RW 11 Tamansari yang setuju pembangunan rumah deret menjadi prioritas atas ketersediaan unit. Selebihnya, unit hunian rumah deret disediakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Nunun, dalam kesempatan yang sama.

Pengurusan IMB, ucap Nunun, tengah berproses. Pihaknya Sudah mendaftarkan IMB untuk pembangunan rumah deret ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Pembangunan fisik mulai setelah IMB terbit. Kami lebih dulu melaksanakan pembersihan, dan pematangan lahan, kemudian membuat fondasi. Seumpama lancar, pembangunan tahap I bisa berjalan mulai pertengahan Februari 2020," ucap Nunun.

Nunun memaparkan, terdapat dua tipe unit, yakni 33, dan 39. Pemilihan tipe unit bergantung kebutuhan warga.

Perihal biaya sewa, Nunun belum bisa menyebutkan angka tepat. Perkiraannya, berdasarkan aturan terdahulu, biaya sewa unit hunian yang menggunakan lift, berkisar Rp 300 ribu-Rp 900 ribu per bulan.


Bagi warga yang sebelumnya tinggal di RW 11 Tamansari, dan setuju akan pembangunan rumah deret, Nunun menyebutkan, gratis biaya sewa selama lima tahun pertama.

Pada tahun ke-6, warga tersebut beroleh potongan 50 persen daripada biaya sewa.

"Setelah tahun ke-6, kami bakal melakukan kajian, dan evaluasi biaya sewa," ucap Nunun.(Jft/PR)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...