Pemkot Kupang Akan Segera Bangun Terminal Bongkar Muat Barang

KONFRONTASI  -  Pemerintah Kota Kupang segera membangun terminal bongkar muat barang, untuk mengantisipasi aktivitas bongkar muat di jalan raya, pada saat puncak arus lalulintas, yang berakibat macet.

"Kita sudah rancang dan sudah kita ajukan permohonan berupa proposal ke Kementerian Perhubungan RI, untuk kepentingan pembangunan terminal bongkar muat itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Yogerens Leka, di Kupang, Senin (14/7).

Ia mengatakan, komunikasi dan konsolidasi serta konsultasi juga telah dilakukan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk kelancaran realisasi pembangunan terminal bongkar muat tersebut.

Menurut Yogerens, proses presentasi rencana pembangunan terminal bongkar muat tersebut, telah dilakukan di Kementerian Perhbungan RI beberapa waktu lalu, dan saat ini sedang menanti keputusan dari Pemerintah Pusat.

Ia mengatakan, hal itu penting, karena untuk membangun sebuah terminal bongkar muat, akan menggunakan anggaran yang sangat besar. Karenanya, campur tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sangatlah dibutuhkan, untuk percepatan realisasinya. "Kalau berharap dari anggaran daerah, dengan kontribusi PAD yang pas-pasan begini, sangatlah sulit," katanya.

Pemerintah Kota Kupang bertanggung jawab untuk menyediakan lahan, sebagai pusat pembangunan terminal bongkar muat tersebut. Sedangkan pemerintah pusat akan berperan untuk melakukan sejumlah kegiatan pembangunan fisik di lapangan, untuk perampungan proyek itu. "Kita berharap agar pemerintah segera merealisasikannya," kata Yogerens.

Pembangunan terminal bongkar muat barang itu, sudah sangat dibutuhkan dan sudah harus di bangun di Kota Kupang, karena peningkatan arus pengguna jalan dan aktivitas lalulintas jalan sudah semakin tinggi.

Dalam kondisi tersebut, jika bongkar muat barang masih terjadi dan dilakukan di badan jalan, sepanjang kawasan niaga Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, maka akan sangat memperburuk kondisi jalan. "Kemacetan tidak akan bisa terhindarkan lagi karena padatnya aktivitas di jalur lintasan itu," katanya.

Pemerintah Kota Kupang, pernah mengeluarkan himbauan dan batasan waktu untuk aktivitas bongkar muat, namun hal itu tidak lagi diikuti, seiring dengan meningkatnya arus transaksi dan bongkar muat barang dagangan.

Karena itulah, solusi yang paling tepat adalah dengan membangun terminal bongkar muat, sehingga aktivitas bongkar muat bisa terus dilakukan kapan saja.(Juft/Ant)
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...