Pemkab Sidoarjo Edarkan Surat Peringatan Larangan Penjualan Minol

Konfrontasi - Pemkab Sidoarjo siap memberikan sanki tegas berupa penarikan hak ijin niaga kepada seluruh minimarket di wilayahnya yang kedapatan menjual atau mengedarkan minuman beralkohol (Minol), dengan kadar di bawah 5 persen sampai di atas 20 persen.

Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan UKM dan ESDM Sidoarjo telah mengirim surat edaran larangan itu ke seluruh minimarket.

“Batas akhirnya 16 April 2015. Kalau masih menjual minol, pemkab akan menindak,” tegas Kepala Diskoperindag UKM dan ESDM, Feny Apridawaty, Minggu (15/2/2015).

Menurutnya, peredaran minol di minimarket atau di warung serta toko pracangan tidak ada untungnya. Karena minol yang dikonsumsi identik dengan kejahatan seperti perkelahian, pemerkosaan, pencurian dan kejahatan lainnya.

“Manusia jika sudah kerasukan alkohol kondisinya sudah tidak terkontrol lagi sehingga mudah dipengaruhi,” ungkapnya.

Pascapemberian surat edaran ke minimarket, Disperindag juga memantau perkembangan di lapangan. Selama sepekan terakhir, sudah banyak minimarket yang menaati larangan itu. “Rentang waktu yang ada ini kami optimalkan untuk sosialisasi agar tidak menjual minol,” tegasnya.

Larangan peredaran minol sebelumnya disampaikan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Semua minimarket di seluruh Indonesia tidak boleh menjual minuman beralkohol di bawah 5 persen, termasuk bir. Penjualan minuman beralkohol golongan A hanya boleh di supermarket atau hypermarket. (mg/trbn)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...