Pemerintah Harus Mempercepat Pembangunan di Perbatasan: Page 2 of 2

Anggota MPR Abdurrachman Bahmid mengatakan, urgensi pembangunan perbatasan sangat penting. 

Permasalahan perbatasan belum mendapat perhatian, kata dia, semua tergantung mindset dan pemerintahan.

"Jadi, mau diletakkan di teras atau belakang rumah? Kalau dijadikan teras pasti akan diperindah daripada kalau dijadikan bagian belakang," katanya dalam kesempatan itu.

Menurut dia, selama ini daerah perbatasan kurang dapat perhatian sejak era orde baru. Karena itulah, dia menegaskan, mindset soal perbatasan oleh seluruh stakeholder harus diperbaiki.

"Perhatian terhadap Indonesia sudah bagus, tapi perhatian perbatasan harus lebih ditingkatkan. Seluruh perbatasan jadi pintu masuk," ungkap Abdurrachman.

Anggota MPR Agus Sulistyono mengatakan, pembangunan perbatasan sudah selaras dengan apa yang menjadi concern pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Selama ini Pak Jokowi concern bagaimana menangani daerah tetluar terpencil, alokasi anggaran juga cukup besar," ujarnya di kesempatan sama.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga sudah konsentrasi melakukan pembangunan di wilayah perbatasan maupun terluar dan tertinggal.

Sekjen MPR Maruf Cahyono mengatakan, yang tidak kalah penting adalah faktor ideologi di perbatasan. Menurut dia, daerah perbatasan harus dibangun dengan kekuatan ideologi.

"Ideologi juga menjadi kata kunci untuk perbatasan," ujar Maruf di kesempatan itu. (jp/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...