Para Tersangka Mengaku Disuruh Kivlan Zein untuk Bunuh Yunarto Wijaya, Benarkah?

KONFRONTASI-Kepolisian memutar video testimoni sejumlah tersangka yang telah ditangkap karena dugaan kepemilikan senjata dan rencana pembunuhan empat tokoh dan satu pimpinan lembaga survei.

Dalam video, tersangka HK membenarkan dirinya ditangkap atas dugaan tersebut. Dia juga menyebut dirinya memang ada kaitan dengan Kivlan Zen, tersangka makar dan kepemilikan senjata ilegal.

Pada bulan Maret dia mengaku dipanggil Kivlan untuk bertemu di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada pertemuan itu, HK mengaku diberi uang Rp150 juta untuk pembelian alat senjata, berupa senjata laras pendek dua pucuk.

"Dan saat ditangkap saya membawa satu pucuk jenis revolver magnum dengan amunisi satu butir, yang saya bawa memang untuk lokasi demo," kata HK.

Kemudian IR atau Irfansyah juga mengaku pernah ditelepon oleh ajudan Kivlan pada bulan April untuk bertemu Kivlan di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan. Saat menunggu di parkiran, Irfansyah bersama rekannya, Armin dan Yusuf kemudian diminta masuk ke dalam mobil Kivlan.

"Saya masuk ke dalam mobil Kivlan, lalu (Kivlan) mengeluarkan HP dan menunjukkan alamat serta foto Yunarto Quick Count dan Pak Kivlan cari alamat ini," ujarnya.

Tokoh yang diperintahkan kepada Irfansyah untuk dibunuh yaitu Direktur Eksektif Charta Politica, Yunarto Wijaya. Dia diminta lebih dulu untuk mensurvei lokasi, dia diberi dana operasional Rp5 juta.

"Sampai di sana dengan HP Yusuf kami foto dan video alamat tersebut, alamat Yunarto," kata IR.[mr/viva]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...