Natal: 96 Gereja di Sragen Dijaga Ketat Aparat Gabungan


KONFRONTASI - Selama prosesi Natal, sebanyak 96 gereja di Bumi Sukowati akan dijaga ketat parat gabungan TNI/Polri, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan linmas.

Kesiapan personel tim gabungan tersebut digelar dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2015 di lapangan Mapolres Sragen, Rabu (23/12/2015).

Ratusan personel gabungan tersebut melaksanakan apel pasukan yang dipimpin Kapolsek Masaran AKP Mujiyono. Komandan Kodim 0725/Sragen, Letkol (Inf) Denny Marantika, menjadi inspektur upacara mewakili Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo. Dalam kesempatan itu, Kapolres dinas luar di Jakarta. Sementara Wakapolres Kompol Yudy Arto Wiyono juga dinas luar di Semarang.

Dalam kesempatan itu, Dandim membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti. Dandim menyatakan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru tindakan kondisional dari kepolisian yang diutamakan. Posisi TNI, kata Dandim, hanya membantu dalam pelaksanaan pengamanan selama Natal dan Tahun Baru.

“Kami menyiapkan pasukan satu SST [satuan setingkat pleton] di Makodim. Mereka siap setiap saat ketika dibutuhkan kepolisian dalam upaya pengamanan Natal dan Tahun Baru. Selama Natal ya gereja yang diwaspadai sedangkan pada Tahun Baru ya pusat-pusat keramaian yang jadi perhatian,” kata Dandim saat ditemui wartawan di Mapolres Sragen.

Selain itu, Dandim juga memerintahkan bintara pembina desa (babinsa) dan Koramil untuk membantu tugas-tugas kepolisian di daerah masing-masing.

Terpisah, Kepala Perencanaan dan Pengendalian Operasi Lilin Candi 2015, Kompol Totok Retolistanto, menyatakan ada 96 gereja yang menjadi perhatian serius tim gabungan. Puluhan gereja itu terdiri atas 73 gereja protestan dan 23 gereja katolik. Totok menyatakan gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2015 menjadi langkah awal dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru.

“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi samping untuk pengamanan Natal. Kami juga sudah memetakan daerah-daerah rawan. Untuk antisipasi awal, dua jam sebelum perayaan Natal isi gereja akan disterilisasi. Sterilisasi gereja bertujuan untuk mengantisipasi barang-barang yang mencurigakan dan mengancam ketertiban dan keamanan perayaan Natal,” ujar Totok.

Totok menyebut tim gabungan itu melibatkan 500 orang dari lintas sektoral. “Sebelumnya kami sudah melakukan pra operasi dengan sejumlah instansi terkait. Sekarang tinggal pelaksanaan di lapangan,” tutur dia.[ian/slo]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...