Moeldoko: Mau Hari Raya, Teroris Tetap Ditindak

KONFRONTASI - Terkait penangkapan eks napi terorisme di Karanganyar, Jawa Tengah, saat malam Idul Fitri 2018, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan penindakan terhadap terduga teroris tidak pandang hari raya, cuti lebaran maupun libur nasional.

Menurutnya selama dinilai terbukti melanggar hukum, penangkapan tidak akan kenal waktu.

Ia juga menegaskan demi menjaga stabilitas nasional segala bentuk terorisme harus ditindak dan tak perlu dipertanyakan kapan penangkapan itu terjadi. Terlebih tahun ini Indonesia akan menghadapi rangkaian agenda politik nasional yakni  Pilkada pada 27 Juni 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019.

 "Jangan dikontekskan ini hari raya atau tidak, tetap (ditindak) tegas," ujarnya seusai silaturahmi di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jakarta, Jumat (15/6).

"Penangkapan teroris enggak akan berhenti, tak kenal hari raya, enggak kenal libur. Karena aapa? Karena ini enggak bisa dibiarkan," imbuhnya.

Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror menangkap mantan napi teroris berinisial J alias SM di Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis malam (14/6).

Penangkapan J alias SM lataran diduga terlibat dalam aksi terorisme di sejumlah wilayah. Proses penangkapan berlangsung usai salat Isya. Saat ditangkap, sempat terjadi perlawanan dari pihak keluarga terduga.[ian/rml]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA