Menyoal Keterlibatan Boediono dan Sri Mulyani Dalam Petaka Century: Page 2 of 2


Dugaan Kejahatan

Laporan resmi Pansus Hak Angket Bank Century yang dibacakan pada Maret 2010 dinyatakan terjadi penyalahgunaan kewenangan yang melibatkan jantung kekuasaan. Penyalahgunaan tersebut, demikian Pansus, mengakibatkan kerugian negara Rp6,7 triliun dan membuatnya menjadi kasus korupsi yang sangat besar.

" ... Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono serta mantan Ketua KSSK Sri Mulyani, serta pemilik dan manajemen Bank Century dipandang sebagai pejabat dan pihak-pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus Bank Century," demikian kesimpulan Pansus.

Pansus Hak Angket Bank Century menyatakan patut diduga telah terjadi penyimpangan dalam proses pengambilan kebijakan oleh otoriter moneter dan fiskal. Selain itu, penyimpangan itu juga terjadi ketika pelaksanaan kebijakan dijalankan.

Di sisi lain, dalam salinan Notulen Rapat KSSK pada 21 November 2018 yang beredar dan diperoleh redaksi menyebutkan ada empat keputusan yakni:

KSSK menetapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik; KSSK menetapkan penanganan Bank Century kepada LPS; LPS memerlukan Bank Mandiri untuk pengisian manajemen baru Bank Century pada pagi harinya sebagai bentuk dukungan profesional Bank Mandiri; serta Berkenaan dengan Butir 3, Bank Mandiri telah memiliki calon, namun perlu ada satu pengurus lama guna kesinambungan kepengurusan.

Dalam dokumen itu, terdapat tanda tangan Boediono dan Sri Mulyani, plus stempel resmi dari KSSK. Rapat itu sendiri berlangsung dari pukul 01.00-05.00 WIB. Tempat yang dijadikan rapat adalah Ruang Rapat Menteri Keuangan, Gedung Djuanda Lantai 3.

Peserta rapat saat itu adalah antara lain Gubernur BI; Sekretaris KSSK; Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan; Deputi Gubernur BI bidang Pengaturan Perbankan dan Stabilitas Perbankan; Deputi Gubernur BI bidang Pengelolaan Moneter; Sekjen Departemen Keuangan.

Selain itu ada pula Ketua Bappepam LK; Ketua Dewan Komisioner LPS; Kepala Eksekutif LPS; UKP3R; Dirut Bank Mandiri; serta Komisaris Bank Mandiri.

Kejadian itu juga terkonfirmasi dengan adanya Buku Putih Upaya Pemerintah Dalam Pencegahan dan Penanganan Krisis.

"Dalam rapat tersebut, KSSK menetapkan Bank Century sebagai Bank Gagal yang berdampak sistemik melalui Keputusan KSSK Nomor 04/KSSK.03/2008 dan meminta LPS untuk melakukan penanganan sesuai dengan UU LPS," demikian buku tersebut.

Peran Boediono dan Sri Mulyani di Petaka Bailout CenturyMantan Ketua KSSK dan Menteri Keuangan era Presiden SBY, Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Safir Makki).

KPK sendiri melakukan pemeriksaan terhadap Sri Mulyani di Washington DC pada akhri April 2013. Saat itu, Sri Mulyani menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sementara untuk pemeriksaan Boediono, dilakukan pada 23 November 2013.

KPK dalam keterangan resminya menyatakan pemeriksaan Boediono terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian FPJP dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"Jadi, ada kurang lebih sepuluh isu-isu penting yang menurut kami perlu didalami dan ditanyakan kepada saksi Boediono. Dan, kami mendapatkan berbagai informasi yang melengkapi pemeriksaan-pemeriksaan kami terdahulu," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, saat itu.[mr/cnn]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA