Menteri Siti Juga Periksa Kelayakan Reklamasi Benoa

KONFRONTASI - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan bahwa pihaknya tak hanya akan mengurusi masalah reklamasi di Teluk Jakarta, namun juga di tempat-tempat lainnya, seperti Teluk Benoa, Makassar, dan Manado. "Kami bicara untuk keseluruhan," kata Siti ditemui di kantor Kemenko Maritim, Senin 18 April 2016.

Siti melanjutkan bahwa kelayakan reklamasi di daerah-daerah tersebut juga akan diperiksa. Menurutnya format yang dilakukan di Jakarta bisa ditiru di daerah untuk menyelesaikan masalah reklamasi. "Format ini akan kami pakai nantinya," ujarnya.

Siti menjelaskan bahwa untuk reklamasi di luar Jakarta seperti Teluk Benoa, belum ada analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Untuk di Bekasi dan Banten akan diperiksa seperti Jakarta karena di sana juga ada reklamasi yang cukup luas. Menurut Siti Nurbaya, masing-masing masalah reklamasi di tiap daerah berbeda-beda.

Menurut Siti, dalam hukum lingkungan sebenarnya antara pidana, perdata dan administrasi bisa berjalan bersama jika memang ada hal yang melanggar aturan. Mengenai sanksi, hal itu sudah diatur dalam UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup.

Begitu pun tentang indikasi pencurian pasir. Siti juga akan menginvestigasi soal itu. Menurutnya, investigasi tersebut sudah direncanakan karena pihaknya ingin mengetahui material untuk membuat daratan itu berasal dari mana. "Kami tanya, mereka (pengembang) enggak tahu pasirnya dari mana."

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengiyakan apa yang dikatakan oleh Siti Nurbaya. Menurutnya, pola penyelesaian reklamasi Teluk Jakarta bisa juga digunakan untuk kasus sejenis. "Bisa jadi referensi di wilayah lain." (tmp/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...