10 April 2020

Menkeu Sri Mulyani Pilih WImboh Ketua OJK, ternyata Keduanya punya Jejak Hitam. Ketua OJK Pernah Diperiksa KPK Terkait Skandal Century

KONFRONTASI-  Tokoh nasional Rizal Ramli menyoroti Ketua OJK Wimboh yang  diperiksa KPK soal Century tahun 2018. Sebagai Panitia Seleksi Pimpinan OJK, Menkeu  Sri Mulyani Indrawati (SMI), tokoh Skandal Centurygate, memilih Wimboh Santoso sebagai Ketua OJK.  Kok bisa ya ?? Segitunya saling-terkait, pantes OJK memble dan payah !! Para analis menilai, Kinerja OJK jeblok, sama jebloknya dengan Menkeu SMI.

Image result for sri mulyani dan wimboh

Sri Mulyan idan Wimboh

''Ternyata jejak hitam Menkeu SMI semakin jelas. Sebagai Ketua Panitia Seleksi Pimpinan OJK, SMI Tokoh Skandal Century, memilih Wimboh yang terkait Century, pernah diperiksa KPK. Noda2 Hitam skandal finansial saling terkait. Pantas pengawasan OJK  sangat payah dan memble,''ungkap tokoh nasional Rizal Ramli dalam twiternya yang dikirimkan ke Presiden @jokowi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso soal kasus Bank Century di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 Nov 2018 silam. 

"Iya," ucap Wimboh usai dimintai keterangan di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut saat dikonfirmasi apa saja yang ditanya oleh KPK dalam permintaan keterangannya tersebut.


"Ya tidak boleh dong," ucap Wimboh.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa pemanggilan terhadap Wimboh terkait permintaan keterangan pada tahap penyelidikan.

Sebelum Wimboh, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom juga dimintai keterangan oleh KPK soal kasus Bank Century.

"Ditanyain keterangan, masih penyelidikan mengenai Century," kata Miranda usai dimintai keterangan di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Untuk diketahui sebelumnya, KPK tetap akan meneruskan penanganan kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Hal tersebut berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), penyidik, dan tim yang ditunjuk pascaputusan hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Effendy Mochtar yang memerintahkan KPK tetap melanjutkan kasus Bank Century.

Sebelumnya, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mempraperadilankan kembali KPK karena amar putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel menyatakan memerintahkan termohon (KPK) untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century.(mr/tar)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...