Makassar dan Kota Lain Bergolak, Demo protes atas KPU, Bawaslu

MAKASSAR - Demo KPU Bawaslu di Makassar, Bandung, Surabaya, Riau Jumat ini . Demo Makassar hari ini, Jumat (17/5) setelah shalat jumat dr Mesjid Al Markaz ke kantor Bawaslu Jln. Pettarani.Makassar. Demo di berbagai kota terus meledak sebagai protes atas pemilu yang tidak jurdil, pemilu terburuk era reformasi.

''Jangan kau rampas suara rakyat! Rakyat tidak akan tinggal diam, jangan anggap rakyat bodoh,'' kata demonstran. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan menggelar sidang dugaan penghilangan suara caleg Partai Hanura di Kota Palopo dan Caleg Golkar di Kota Makassar.

an Cegah Konflik Sosial Usai Pemilu

Komisioner Bawaslu Sulsel divisi hubungan antar lembaga, Saiful Jihad menjelaskan, malam ini ada dua sidang akan dilakukan di dua tempat berbeda yakni di Hotel Harper dan di kantor Bawaslu Sulsel. Sidangnya disebut sidang cepat, memungkinkan bagi Bawaslu sepanjang data-datanya sudah lengkap.

Hasil gambar untuk prabowo di sahid hotel

"Malam ini ada dua sidang berupa sidang pelaporan dugaan pelanggaran administrasi dari salah satu caleg di Kota Palopo atas nama Pratiwi dari Partai Hanura. Dia melaporkan ketua Bawaslu Palopo dan PPK dari Kecamatan Bara' di Palopo. Lalu laporan dari Partai Golkar atas nama Rahmat Anzari melaporkan KPU Makassar berkaiyan adanya indikasi pergeseran suara di internal Partai Golkar sendiri antara caleg Rahman Pina dan caleg Imran Tenri Tatta," ungkap Saiful Jihad yang ditemui di sela-sela rapat pleno terbuka KPU Sulsel di Hotel Harper Makassar, Kamis (16/5).

Secara detil Saiful Jihad menjelaskan, laporan caleg Pratiwi dari Partai Hanura di Kota Palopo dilatarbelakangi kasus di salah satu TPS di Kecamatan Bara'. Di lembar C1, Pratiwi peroleh 20 suara tapi di rekap tingkat kota, perolehan suaranya turun jadi 18 sehingga dia minta untuk dilakukan hitung ulang. Lalu lembar C plano dibuka, ternyata dia dapat 19 suara.

Karena merasa data perolehan suara tidak konsisten membuat caleg Hanura ini minta kotak suara sibuka dan hitung ulang lagi. Ternyata suaranya tambah turun jadi 15 suara saja. Lalu dihitung-hitung lagi, kembali menjadi 19 suara.

Sebelumnya, Ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Rakyat Menggugat (Forgat) mendatangi kantor Bawaslu Sulsel di Jalan A P Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/5/2019). Dalam aksi yang berlangsung sejak Senin siang hingga sore mereka untuk meminta Bawaslu Sulsel mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Sulawesi Selatan. Forgat sendiri diisi oleh beberapa LSM yang ada Makassar.

Dari Kompas.com, beberapa purnawirawan TNI hingga warga dari Kabupaten Bone juga hadir di aksi ini. Pemandangan menarik terlihat pada puluhan ibu-ibu yang memakai kaca mata hitam serta membawa peralatan dapur seperti panci dan belanga. Baca juga: Pria yang Ancam Penggal Jokowi Bolos Kerja demi Ikut Demo di Bawaslu Mereka tak henti-hentinya meneriakkan untuk mendiskualifikasi capres-cawapres nomor urut 01 karena menurut mereka banyak melakukan kesalahan. Salah satu Komisioner Bawaslu Sulsel Asradi mengatakan, ada empat tuntutan para aksi ini. "Usut kecurangan Pemilu, investigasi perhitungan situng KPU, kemudian diskualifikasi calon 01 dan investigas kematian KPPS," kata Asradi, usai mengadakan pertemuan dengan para pengunjuk rasa yang di antaranya diwakili oleh pengacara kondang di Makassar, Faisal Silenang.

Saat diminta untuk menjawab tuntutan para pendemo, Asradi diminta bersumpah di bawah kitab suci Al Quran untuk tetap mengusut empat tuntutan mereka. Di bawah sumpah itu, Asradi berjani Bawaslu tetap akan bekerja berdasarkan undang-undang yang berlaku. "Kami akan menindaklanjuti sesuai dengan regulasi yang ada. Dan kami berharap pihak mereka itu melaporkan secara resmi setiap pelanggaran Pemilu. Ini (mereka) belum ada data. Hanya tuntutan yang diberikan dan itu memang tugas kami sebagai Bawaslu," imbuh dia. Sementara itu, Faisal Silenang saat diminta untuk hasil pertemuannya dengan Bawaslu enggan berkomentar. Baca juga: TKN Duga Ada yang Provokasi Pria Ancam Jokowi dalam Video Demo Bawaslu Ia bersama perwakilan langsung memilih keluar dan melanjutkan aksi untuk menyuarakan tuntutannya. Usai aksi, para pengunjuk rasa berjanji bakal memdatangi kantor Bawaslu pada Kamis (16/5/2019) mendatang.

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Rakyat Menggugat (Forgat) mendatangi kantor Bawaslu Sulsel di Jalan A P Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/5/2019). Dalam aksi yang berlangsung sejak Senin siang hingga sore mereka untuk meminta Bawaslu Sulsel mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Sulawesi Selatan. Forgat sendiri diisi oleh beberapa LSM yang ada Makassar. Dari Kompas.com, beberapa purnawirawan TNI hingga warga dari Kabupaten Bone juga hadir di aksi ini. Pemandangan menarik terlihat pada puluhan ibu-ibu yang memakai kaca mata hitam serta membawa peralatan dapur seperti panci dan belanga. Baca juga: Pria yang Ancam Penggal Jokowi Bolos Kerja demi Ikut Demo di Bawaslu Mereka tak henti-hentinya meneriakkan untuk mendiskualifikasi capres-cawapres nomor urut 01 karena menurut mereka banyak melakukan kesalahan. Salah satu Komisioner Bawaslu Sulsel Asradi mengatakan, ada empat tuntutan para aksi ini. "Usut kecurangan Pemilu, investigasi perhitungan situng KPU, kemudian diskualifikasi calon 01 dan investigas kematian KPPS," kata Asradi, usai mengadakan pertemuan dengan para pengunjuk rasa yang di antaranya diwakili oleh pengacara kondang di Makassar, Faisal Silenang. Saat diminta untuk menjawab tuntutan para pendemo, Asradi diminta bersumpah di bawah kitab suci Al Quran untuk tetap mengusut empat tuntutan mereka. Di bawah sumpah itu, Asradi berjani Bawaslu tetap akan bekerja berdasarkan undang-undang yang berlaku. "Kami akan menindaklanjuti sesuai dengan regulasi yang ada. Dan kami berharap pihak mereka itu melaporkan secara resmi setiap pelanggaran Pemilu. Ini (mereka) belum ada data. Hanya tuntutan yang diberikan dan itu memang tugas kami sebagai Bawaslu," imbuh dia. Sementara itu, Faisal Silenang saat diminta untuk hasil pertemuannya dengan Bawaslu enggan berkomentar. Baca juga: TKN Duga Ada yang Provokasi Pria Ancam Jokowi dalam Video Demo Bawaslu Ia bersama perwakilan langsung memilih keluar dan melanjutkan aksi untuk menyuarakan tuntutannya. Usai aksi, para pengunjuk rasa berjanji bakal memdatangi kantor Bawaslu pada Kamis (16/5/2019) mendatang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demo Pendukung Prabowo di Bawaslu Sulsel, Seorang Komisioner Diminta Bersumpah", https://regional.kompas.com/read/2019/05/13/21500901/demo-pendukung-prabowo-di-bawaslu-sulsel-seorang-komisioner-diminta.
Penulis : Kontributor Makassar, Himawan
Editor : Robertus Belarminus

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA