19 January 2020

Mahasiswa Kecam Tindakan Polisi dan Ketidakpedulian Jokowi

KONFRONTASI-Kekerasan yang dilakukan polisi saat mengamankan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di Makssar menuai kecaman keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. Menurut mereka, tindakan represif polisi hingga menyebabkan korban merupakan pelanggaran keras terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

"Tindakan represif polisi dalam aksi merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi. Tewasnya salah satu rekan di Makassar ketika aksi penolakan kenaikan BBM merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat di Indonesia," kata Ketua BEM UI Moehamad Ivan Riansa dilansir Republika, Selasa (2/12).

Tak hanya itu, Ivan menganggap kekerasan terhadap massa aksi yang berlindung di mushola di Riau pun tak lepas dari kebrutalan polisi.  

"Kami, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Brigade UI, Pandu Budaya UI, dan FAM UI mengecam keras tindakan represif polisi dan ketidakpedulian Presiden Jokowi terhadap dampak kenaikan harga BBM di masyarakat serta pelanggaran HAM berat yang terjadi pada rezim Jokowi," katanya.

Ivan juga merasa kecewa terhadap Satuan Polisi Republik Indonesia beserta Presiden Jokowi dan merasa berduka cita terhadap penegakkan HAM di negeri ini yang begitu disepelekan.  "Kami juga kecewa dan duka kami tujukan  terhadap pembunuhan serta penganiayaan yang terjadi di Makassar," jelasnya.

Ivan mengatakan, bahwa mahasiswa UI menuntut agar pemerintah dan aparat hulum mengadili dan menghukum mati pelaku pelanggaran HAM berat yang terjadi di Makassar.

Selain itu, mereka juga menuntut untuk menyeret dan mengadili Kapolri Jenderal Sutarman serta Presiden Jokowi selaku pihak yang bertanggungjawab atas terbunuhnya rekan kami di Makassar. "Dan kami juga meminta agat presiden Jokowi menurunkan harga BBM dan gantung para mafia Migas," katanya.[mr/rol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...