Mahasiswa Indonesia: Hanya Rizal Ramli, Ekonom Harapan Bangsa untuk Atasi Krisis Ekonomi Jokowi

KONFRONTASI- Para Mahasiswa Indonesia menegaskan hanya Dr Rizal Ramli (RR), Ekonom harapan bangsa untuk mengatasi dampak Krisis Ekonomi gelembung Jokowi yang menghancurkan daya beli rakyat dan menghancurkan dunia usaha. Bahkan masyarakat sudah sadar/mengerti bahwa Neoliberalisme Jokowi gagal,  sektor riil hancur, pasar modal runtuh, malah modar dan kesenjangan kaya-miskin makin mengerikan dan menimbulkan frustasi sosial dan keputus-asaan rakyat. RR tidak jumawa dan banyak memberi  masukan kritis. Sangat disesalkan bahwa rezim Jokowi  sangat otoriter, melanggar HAM/Konstitusi dan merusak demokrasi sosial. Demikian pandangan para mahasiswa (generasi mileneal dari berbagai universitas di Jabodebatek dalam wawancara/survei oleh para peneliti dan aktivis LSM di Jakarta beberapa hari ini.

‘’Mahasiswa BEM UI, UMN, ITB, UGM, Trisakti, Paramadina, UIN Jakarta dan kampus -kampus lain yang kritis telah menyampaikan hal itu, Mereka rasional serta mengikuti diskusi Dr Rizal Ramli (RR)  di TV One dan televisi lain, mereka sudah bisa membedakan mana ekonomi konstitusi Trisakti/UUD45 ala Rizal Ramli, dan mana ekonomi gelembung/Neoliberal ala Jokowi yang gagal memakmurkan rakyat,’’ kata periset F Reinhard MA, berdasarkan surveinya kepada para mahasiswa di Jabodebatek.

‘’Para mahasiswa berharap para tokoh nasionalis,agama dan kelompok strategis, TNI/Purnawirawan/Polri, civil society (masyarakat madani) dan dunia usaha serta para tokoh agama dan masyarakat bersama-sama mendesak dan meminta Dr Rizal Ramli pimpin RI untuk stabilisasi ekonomi-politik dan memajukan ekonomi yang ambruk di era Jokowi, agar bangsa dan negara ini selamat  dari  kehancuran dan disintegrasi,’’ kata AA Andry, mewakili para mahasiswa Jabodebatek dalam jaringannya di BEM-BEM dan Kelompok Cipayung yang terpaksa menjadi silent mayority karena khawatir direpresi dan dipenjara tanpa pengadilan yang jurdil..

Image result for rizal ramli dan gus dur

Image result for rizal ramli dan megawati

 

Rezim Jokowi hampir pasti  tidak akan selamat, bahkan gagal, hancur berantakan karena terlalu pro-China RRC, dan menganut Neoliberalisme ala Menkeu Sri Mulyani yang sangat bertentangan dengan Trisakti  Presiden Soekarno. Kepemimpinan Jokowi  dikhawatirkan gagal dan sudah tidak dipercaya pasar dan  rakyat lagi serta dunia Barat/negara maju. Tanda-tanda makin pasti: krisis ekonomi gelembung (buble economy) meledak tak lama lagi, tahun ini.

Image result for rizal ramli dan gus solah

‘’ Kita dukung Pak Jokowi, namun janganlah mengkhianati amanat rakyat yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan dan kemandirian. Jokowinomics  yang Kapitalisme Liberal sudah gagal,  maka rakyat pun menilai, Jokowi telah membual keterlaluan karena janjikan Nawacita, namun yang diberlakukan Neoliberalisme ekonomi kapitalis predator yang menindas dan menyusahkan rakyat lapisan sedang dan bawah. Jokowinomics diprediksi bakal bubar dan jatuh di tengah jalan kalau tidak berubah ke arah ekonomi Pancasila/Trisakti yang berdaulat, adil dan berpihak ke rakyat,’’ kata analis Muh Nabil MA dari CSRC UIN Jakarta dan Darmawan Sinayangsah, peneliti senior LSM dan mantan aktivis  Fisip UI   Kedua analis memberi peringatan dini yang tegas kepada pemerintah yang sudah lumpuh dan layu ini.

Tak hanya sektor riil yang hancur, bahkan pasar modal sudah hancur,  saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi korban. Investor asing menjual saham BCA hingga setengah triliun lebih atau lebih tepatnya senilai Rp550,27 miliar. Alhasil, saham BCA pun tersungkur ke posisi Rp32,400 per saham anjlok 1,300 poin atau 3,86% dengan nilai transaksi Rp1,16 triliun. Skandal  trilyunan rupiah Jiwasrata, Asabri, Pelindo, dll jadi bukti hancurnya ekonomi Neoliberal yang ugal-ugalan  ini. Selain saham BCA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga melemah 120 poin atau 2,62% ke posisi R[4,460 per saham. Hal ini juga terjadi karena investor asing memutuskan untuk menarik dananya yang tertanam di saham Bank BUMN ini senilai Rp231,93 miliar. Dimana, nilai transaksi investor di BBRI sepanjang hari itu Rp692,94 miliar.

Nasib yang sama juga mendera PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) karena merosot 100 poian atau 1,31% hingga berakhir di posisi Rp7,550 per saham. Investor asing juga melakukan aksi jual di saham BMRI Rp197,38 miliar.

 Head of Research Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, membenarkan bahwa hancurnya saham BBCA yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal Indonesia menjadi penyebab IHSG terpuruk.

Jokowi harus tahu bahwa pasar modal meluncur hancur,  sektor riil hancur, tidak ada lagi peluang menuju soft landing bagi Jokowi. Ekspor sawit hancur, batubara/tambang hancur, infrastruktur gagal/salah perencanaan. Semua hancur, sama hancurnya dengan  mimpi Jokowi sendiri karena memeluk Neoliberalisme/pengetatan ekonomi Menkeu Sri Mulyani.

Mahasiswa, rakyat dan buruh bakal bergerak turun ke jalan lagi kalau ekonomi gagal, nyungsep, pengap, dan gelap. ''Jokowi,  minta tolong dan ajaklah begawan ekonomi  (RR) ke kabinet  untuk  bergerak  kembali ke ekonomi konstitusi UUD45 sebelum terlambat dan hancur lebur,'' kata para analis di atas.

(berbagai sumber)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA