Lintasan '66: Sebagai Ideologi Bangsa Sudah Final, Pancasila Penting Disosialisasikan Kepada Generasi Milenial

KONFRONTASI - Lembaga Informasi dan Komunikasi Pembangunan Solidaritas Angkatan 1966 (Lintasan '66) untuk mengalirkan historis legacy dimana ada konsensus angkatan 1966 untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 (bukan UUD 1945 amandemen atau bisa disebut UUD 2002) secara murni dan konsekuen. Ketua Umum Lintasan '66 Teddy Syamsuri dalam rilisnya kepada pers (6/6/2018) mendukung sepenuhnya adanya kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Kita sebaiknya jangan lebih dulu berpendapat pesimis atas adanya BPIP yang dibentuk oleh Presiden Jokowi. Tanpa ada dasar alasan yang melatarbelakangi mustahil BPIP dibentuk" ujar Teddy Syamsuri yang juga juru bicara Pelaut Senior.

Menurutnya yang juga Kahumas Gerakan Spirit '66 Bangkit, pembinaan dimaksud adalah untuk bisa dihayati dan diamalkan oleh generasi milenial yang diera awal reformasi ideologi Pancasila itu terputus karena tuntutan reformasi yang fokus pada amandemen UUD 1945, penghapusan dwifungsi ABRI, supremasi hukum dan tegaknya demokratisasi.

"Saat awal reformasi bicara Pancasila itu kuno, sampaipun di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun berkuasa, sang jenderal yang punya Sapta Marga pun terkesan gamang bicara Pancasila. Di era Presiden Jokowi justru hari lahirnya Pancasila menjadi hari besar nasional dan dibentuklah BPIP yang sebelumnya bernama UKP4P. Sehingga tidaklah salahnya jika kita dibangkitkan kembali secara kolektif karena Pancasila sebagai ideologi bangsa akan tetap ada dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan konstitusi UUD 1945 dan Ber-bhinneka Tunggal Ika", beber Ketua Umum Lintasan '66.

Saya, imbuhnya, masih ingat ketika Paus Paulus akan berkunjung ke Timor Timur (sekarang Timor Leste) mampir ke Jakarta menemui Presiden Suharto di Istana Negara. "Paus katakan bersyukur bangsa Indonesia memiliki Pancasila. Lalu Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat memberikan kuliah umum di UI Depok, dua kali Obama sebutkan Pancasila. Jika saja tokoh dunia memberikan apresiasi terhadap Pancasila, kok diantara tokoh nasional kita sendiri ada yang bersikap pesimis malah banci dengan adanya BPIP" pungkas Teddy Syamsuri.[ian]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...