Kyai, Ulama, Rohaniwan dan Masyarakat : Insya Allah, Sebentar Lagi, Rizal Ramli Pimpin RI

KONFRONTASI-  Kyai, Ulama, Rohaniwan dan masyarakat menyampaikan pesan: Insya Allah, sebentar lagi, Rizal Ramli memimpin RI sebagai presiden rakyat untuk selamatkan bangsa dan negara dari kehancuran.  RR seorang pemberani, jurdil, terbuka, amanah dan diterima semua golongan/suku/agama karena kasih sayangnya kepada kemanusiaan dan rakyat Indonesia.

Tokoh nasional DR Rizal Ramli (RR)  telah didesak dan diinginkan rakyat menjadi Presiden memimpin Indonesia   mengatasi krisis ekonomi, krisis kepemimpinan nasional dan pandemi Corona yang menghancurkan bangsa dan negara ini. Kegagalan Jokowi-Luhut B Panjaitan dan Sri Mulyani, membuka mata hati dan pikiran  rakyat/civil society bahwa RR adalah tokoh nasional yang mampu membawa NKRI keluar dari krisis multidimensi dewasa ini. Para ulama, kyai, rohaniwan, mahasiswa dan rakyat kecil menyuarakan nurani mereka bahwa RR-lah sosok yang amanah, kredibel dan dipercaya rakyat memimpin Indonesia keluar dari  krisis ekonomi/Corona dan krisis kepemimpinan nasional ini.

Image

Berdiri dari kiri ke kanan palling depan: SBY, Gus Dur, Megawati, Rizal Ramli, RR di urutan keempat sebentar lagi jadi Presiden RI dengan visi-misi membawa NKRI keluar dari krisis multidimensi akibat kegagalan pemerintah Jokowi 


‘’Para ulama, kyai, rohaniwan, mahasiswa dan rakyat kecil  yang susah/sengsara dilanda krisis ekonomi,krisis kepemimpinan dan pandemi Corona, sudah menyuarakan nurani mereka agar RR memimpin Indonesia sebagai Presiden di masa darurat bencana dan krisis ekonomi ini. Mereka  menyampaikan kepada jaringan kami se-Tanah Air bahwa RR adalah tokoh bangsa yang mampu membawa RI keluar dari krisis multidimensi ini,’’kata  KH Dr Iqbal Kliwon MA, pendidik alumnus Pesantren  Pondok Gontor dan Universitas Al Azhar Mesir dan  Dr Herdi Sahrasad, pengajar senior Universitas Paramadina. 

 

RR  sendiri tetap rendah hati dan legowo dikritik/di-buly dan dicaci, dan RR terus mengingatkan pemerintah Jokowi dan masyarakat bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dan negara hukum, sehingga elite penguasa tidak boleh sewenang-wenang menghadapi kritik dan koreksi dari civil society (masyarakat madani) terkait kepentingan publik dan kebijakan publik yang merugikan rakyat.

 ''Saya hanya ingin mengingatkan bahwa RI adalah negara hukum, negara demokrasi,  bukan negara kekuasaan. Semua ada batasnya ! Governance, transparansi dan akuntibilitas adalah bagian penting dari demokrasi. Jangan offset terlalu jauh,'' kata RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur. Maksud RR,  elite penguasa jangan offset terlalu jauh dalam menghadapi kritik dan koreksi civil society.
''Soeharto jauh lebih kuat & cerdik,'' imbuh RR.  Publik menilai cuitan RR di twiter itu memberikan peringatan dini terkait polemik ekonomi-politik ala  Luhut B Panjaitan dan Said DIdu di era demokrasi dewasa ini. Publik amat  kesal dan khawatir, perbedaan pendapat dan kritik nampaknya bakal diberangus dengan otoriterisme berkedok alat hukum dimana hukum diperalat penguasa untuk membungkam oposisi kritis seperti dalam kasus LBP vs Said Didu itu.

Publik memperkirakan, RR  yang sangat pantas memimpin Indonesia, bisa mengajak trah Soekarno/Hasyim Asyari/Sudirman, Anies Baswedan, trah Soeharto/Prabowo dan para tokoh lain untuk bersama/kolektif kolegial    mengatasi krisis ekonomi dan wabah Corona ini, dan RR mendapat dukungan moral sangat kuat dari mahasiswa, kaum muda, pesantren dan masyarakat madani dari semua golongan dan agama karena kecakapan, kenegarawanan, kerakyatannya dan keikhlasannya membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi dan krisis corona. 
‘’ Itulah suara, aspirasi dan harapan rakyat banyak untuk RR, tapi mereka umumnya diam, silent majority,’’ kata F. Reinhard MA, periset ekonomi-politik dari Indonesian Research Group dan alumnus UIN Jakarta.

Dalam kaitan ini, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menegaskan, Langkah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan mempidanakan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Diru merupakan bentuk kedunguan dalam berdemokrasi.


‘’ Paling berbahaya adalah ketika mereka yg terinfeksi virus anti demokrasi diberi kekuasaan atau memiliki kekuasaan negara. Sebab, mereka dapat membunuh hak-hak asasi, hak-hak yg paling dasar yg dimiliki setiap orang,’’ kata Iwan Sumule.

(ff/sumber berita/biro2)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA