22 July 2018

KPK Sita Bukti Kasus Satelit Bakamla

KONFRONTÀSI - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitor di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Dari penggeledahan ini, tim penyidik menyita sejumlah dokumen dan bukti-bukti terkait kasus yang telah menjerat Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama Bakamla), Eko Susilo Hadi tersebut.

"Penyidik sudah menyita sejumlah dokumen, bukti-bukti yang diperlukan," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jumat (16/12) malam.

Febri menyatakan, dokumen dan bukti yang telah disita ini bakal didalami lebih lanjut. Sejauh ini, Febri menyatakan, dokumen-dokumen dan bukti yang disita penyidik berkaitan dengan kasus suap proyek satelit monitor.

"Sejauh ini yang baru kami terima informasinya, baru dokumen yang disita di kasus yang diindikasikan pengadaan satelit. Tentu saja dokumen yang disita adalah yang terkait pengadaan. Memang jadi tugas berikutnya untuk mempelajari dokumen-dokumen tersebut. Febri menjelaskan, dokumen dan bukti-bukti itu disita penyidik dari tiga lokasi yang digeledah Kamis (15/12) kemarin.

Ketiga lokasi yang digeledah diantaranya di dua Kantor Bakamla, serta di Kantor PT Melati Technofo Indonesia (MTI). "Jadi kemarin, hari Kamis tim penyidik melakukan penggeledahan di tiga lokasi. Dua lokasi di antaranya adalah Kantor Bakamla, dan satu lagi di kantor PT MTI," jelasnya.

Tak hanya menggeledah dan menyita dokumen terkait, Febri menyatakan, dalam mengusut kasus ini, pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui proyek satelit monitor yang menelan anggaran Rp 200 miliar. Pemeriksaan terhadap para saksi ini, kata Febri akan dimulai penyidik pada Senin (19/12) mendatang.

"Mulai Senin dan seterusnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi secara intensif terkait dengan penanganan kasus ini," tegasnya. (Juft/ Br-1)

Category: 
Loading...