19 April 2019

KPK Geledah Kantor Kemenag dan DPP PPP Terkait Kasus Rommy

KONFRONTASI-Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua kantor terkait kasus suap jual beli jabatan di Kemenag yang menyeret Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi

Dua kantor itu yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Senin (18/3) ini.

"Siang ini, dalam rangka penyidikan, tim disebar di Kantor Kementerian Agama dan Kantor PPP," kata juru bicara KPK Febri Diansyah ditemui wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin.

Febri menuturkan, penyelidik KPK melakukan penggeledahan pada beberapa ruangan. Di kantor Kemenag, penyelidik menggeledah ruang kerja milik Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan.

"Proses penggeledahan sedang berjalan, kami percaya pihak-pihak di lokasi akan kooperatif dan mendukung proses ini," jelas Febri.

Sayang, Febri tidak membeberkan pemilik ruangan yang digeledah KPK di DPP PPP. Dia hanya menjelaskan, penggeledahan beberapa kantor DPP PPP karena penyelidik KPK menduga terdapat dokumen penting terkait kasus jual beli jabatan yang menyeret Romi.

"Diduga terdapat bukti-bukti yang relevan dengan perkara di lokasi-lokasi tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Romi sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual-beli jabatan di Kemenag. Diduga, Romi menerima suap dalam kasus tersebut.

KPK menduga petinggi Kemenag ikut membantu Romi mempengaruhi hasil seleksi jabatan‎ Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik kepada Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk Haris Hasanuddin.

Selain Romi, KPK menetapkan tersangka dua tersangka lain dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag. Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

Adapun, kedua tersangka itu yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim) Haris Hasanuddin.[mr/jpnn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...