15 June 2021

Korupsi Angkasa Pura I Bakal Disikat Kejagung, Tersangka Tommy Soetomo Bakal Ditahan

JAKARTA-Direktur Utama PT Angkasa Pura I,  Tommy Soetomo dalam hitungan hari akan menjalani penahanan oleh Kejaksaan Agung menyusul hampir kelarnya pemberkasan perkara korupsi pengadaan lima unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di lingkungan bandara.

"Penyidikan kasus korupsi damkar sudah masuk babak akhir. Bahkan Kejaksaan Agung sudah menunjuk Jaksa Penuntut Umum untuk menyusun dakwaan," ujar  Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Spontana, Senin (3/11) petang.

Tony menjelaskan jika Kejaksaan telah menunjuk Jaksa Penuntut Umum maka perkaranya sedikit lagi  P21 (dianggap lengkap). Apalagi proses penyidikan di Kejaksaan akan lebih cepat, jika dibanding melalui polisi. Sebab jaksa yang akan menuntut merupakan jaksa melekat dalam penanganan perkara tersebut. Sehingga jika dianggap lengkap maka bisa langsung dilimpahkan ke pengadilan.

"Pelimpahan ke pengadilan itu tidak bisa hanya berkasnya saja, harus dengan tersangkanya," katanya dilansir Gresnewscom.

Dugaan korupsi pengadaan kendaraan pemadam kebakaran untuk tahun anggaran 2011, diduga merugikan negara hingga Rp 63 miliar. Dua orang telah ditetapkan tersangka yakni Direktur Utama AP I Tommy Soetomo dan Direktur PT Scientek Computindo Hendra Liem selaku perusahaan pemasok kendaraan damkar.

Tony mengaku penyidik akan segera melakukan pemanggilan jajaran direksi AP I untuk memfinalisasi berkas perkaranya khususnya tersangka Dirut AP I Tommy Soetomo. Sebagai Dirut ia dinilai memiliki peran penting, lantaran sebagai pengguna anggaran.

Sedangkan Hendra Liem, diduga kuat melakukan pemalsuan dokumen pengurusan impor lima unit Damkar tersebut. PT Scientek Computindo sebagai pelaksana pengadaan ternyata memakai jasa pihak ketiga untuk memperoleh dokumen Pemberitaan Impor Barang. Salah satunya lewat PT Merah Delima.

Saat disinggung soal kapan penahanan terhadap tersangka, Tony menjawab diplomatis. "Kalau itu tergantung keperluan penyidik, tapi kita tunggu saja," ujarnya.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo dan Direktur PT Scientek Computindo Hendra Liem ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Juli 2014 dan tidak dilakukan penahanan  hanya dilakukan pencekalan. Bahkan penetapan tersangka kedua ini terkesan secara diam-diam.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R Widyopramono menyatakan semua pihak yang terkait dan diduga terlibat akan dipanggil penyidik. Apalagi telah ada bukti yang mendukung keterlibatannya. "Yang jelas manakala ada pihak-pihak yang terkait dan terlibat dan ada dukungan buktinya. Jangan harap dia akan lenggang kangkung," katanya.

‪Manajemen AP I mengaku menghormati dan menyerahkan kasus ini pada proses hukum di Kejagung. AP I akan bersikap kooperatif.‬ Namun sebelumnya Sekretaris Perusahaan PT AP I Farid Indra Nugraha yakin pengadaan Damkar yang rencananya akan ditempatkan di  Bandara Yogyakarta, Semarang, Solo, Makassar dan Manado ini sesuai prosedur. Sebab hal itu merujuk pada keputusan Presiden yang kemudian dituangkan dalam SK Direksi. Sementara penyidik Kejaksaan Agung melihat ada ketidaksesuaian pelaksanaan SK Direksi tersebut.  (kh/gresnews)
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...