26 June 2019

Kominfo Blokir 500 Situs Sepanjang Tahun 2018

Konfrontasi - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 2018 telah memblokir 500 situs sampai November tahun ini yang memuat konten terorisme, radikalisme, dan separatisme.
 
Dalam database penanganan konten berdasar laporan Subdit Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, tercatat tiga situs yang memuat konten separatisme dan organisasi berbahaya telah diblokir.
 
Sementara itu, untuk situs terorisme dan radikalisme, Kementerian Kominfo telah memblokir 497 situs. Kalau diperinci sejak tahun lalu, dari 500 situs itu, sebanyak 295 di antaranya diblokir sampai Desember 2017.
 
"Khusus untuk tahun 2018 yang diblokir 295 kasus," kata Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, Sabtu 22 Desember 2018.
 
Pria yang akrab disapa Nando itu mengungkapkan, pemblokiran situs yang memuat konten terorisme dan radikalisme dilakukan sejak 2010 hingga saat ini.
 
Mayoritas situs yang telah diblokir berasal dari luar negeri dengan registernya lebih banyak bertulisan dot com.
 
Tindakan pemblokiran dilakukan atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
 
Selain itu, pemblokiran sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27 ayat (1) dan (2), pasal 28 ayat (1) dan (2), serta pasal 40 ayat (2).
 
Meski sudah dilakukan penutupan terhadap situs terorisme dan radikalisme serta separatisme, Nando mengatakan bahwa Kementerian Kominfo terus melakukan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. (jp/mg)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...