15 December 2019

Kementan Buka Opsi Beli Babi yang Terjangkit Virus Hog Cholera

Konfrontasi - Salah satu opsi penanganan virus hog cholera atau kolera babi di Sumatera Utara adalah pemusnahan. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Ketut Diarmita mengatakan pemerintah dapat membeli babi milik peternak yang terkena virus, lantas dimusnahkan.

"Ini penyakit yang eksotik, artinya penyakit yang baru masuk ke Indonesia, pada babi. Dan penyakit ini tidak ada obatnya, tidak ada vaksinnya di dunia. Nah, dengan hal seperti itu, artinya ketika ada babi yang sakit, ini tinggal nunggu mati," kata Diarmita di Medan, Jumat (22/11/2019).

Daripada menunggu mati, saran Diarmita, lebih baik dilakukan calling saja. Agar peternak atau petani tidak membuang bangkai babi secara sembarangan. Pasalnya, makin dibuang sembarang, penanganannya akan semakin sulit sebab virus akan menyebar ke mana-mana.

"Sebenarnya yang paling aman itu, ya diganti. Pemerintah yang menanggung. Karena rakyat kan tak boleh dirugikan. Kita yang musnahkan. Kita beli, kita yang musnahkan," kata Dianta.

Nilai pembelian oleh pemerintah terhadap babi yang terkena virus itu, kata Dianta, akan disesuaikan dengan harga pasar. Jika harga Rp 20 ribu per kg, senilai itulah yang dibayarkan kepada peternak.

"Itu lebih aman, dan tidak ada yang teriak," kata Dianta.

Terkait dengan virus hog cholera yang kini mewabah hebat di Sumut, Dianta menyatakan Menteri Pertanian sudah menerima surat dari Gubernur Sumut dan sudah direspons. Nantinya akan ditentukan status dari situasi ini berikut konsekuensinya.

"Ketika kami belum declare, manfaatnya ada mudaratnya ada. Juga, kalau kami declare manfaatnya ada mudaratnya ada," kata Dianta.

Kasus kematian ternak babi di Sumut akibat virus hog cholera terjadi sejak 25 September 2019. Bermula dari Kabupaten Dairi, dan menyebar di 16 kabupaten dan kota di Sumut. Hingga kini jumlah ternak yang mati mencapai 10.289 ekor. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...