20 June 2018

Keluarga besar NU/PesantrenTebu Ireng sebaiknya Usulkan Rizal Ramli berduet dengan Prabowo

KONFRONTASI- Prabowo Subianto punya peluang sangat besar mengalahkan Joko Widodo di Pilpres 2019. Asalkan, ketua umum Partai Gerindra itu menggandeng mantan Menko Maritim Rizal Ramli (RR) sebagai calon wakil presiden dari kubu NU, dimana RR diusung oleh keluarga besar NU/Pesantren Tebu Ireng ..

Demikian pandangan peneliti/ inteligensia CSRC UIN Jakarta Muh Nabil  yang juga mahasiswa pasca sarjana STF Driyarkara. Hal itu juga dikatakan pengamat politik dari New Indonesia Foundation Reinhard kepada redaksi RMOL, Senin (12/3). \

''RR itu kan Gus Durian, dan kolega dekat pesantren Tebu Ireng, maka dia harus diusung keluarga besar NU/Pesantren Tebu Ireng untuk mewakili kubu nahdliyin/Gus Durian maju ke Pilpres karena masalah ekonomi makin ruwet, rentan dan mengarah krisis finansial yang parah dimana dolar akan mencapai Rp15.000/dolar AS. Ini gawat bagi dunia usaha dan ekonomi rakyat,'' kata Nabil.

Foto Sejuk Hijau.

M Nabil dan anak sulungnya Frank

Nabil menilai, duet Prabowo-RR dengan endorsement NU/Pesantren Tebu Ireng, akan membuat peluang Prabowo menang makin besar. ''RR harus diusung keluarga besar nahdliyin Gus Durian/pesantren Tebu Ireng untuk berduet dengan Prabowo, semoga demikian,'' kata Nabil.

Reinhard mengungkapkan tiga alasan mengapa ekonom senior yang akrab disapa RR itu menjadi faktor penentu kemenangan Prabowo atas Jokowi. Pertama, Rizal adalah seorang ekonom yang paham betul kelemahan pembangunan ekonomi di era Jokowi. Masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi di sektor ini pasti akan mendukung sosok ekonom handal pembawa solusi. "Publik kurang puas dengan kinerja Jokowi. Daya beli tidak membaik, impor pangan semakin gencar, ketimpangan pendapatan tetap tinggi. Pada saat yang sama mereka melihat dan membaca RR banyak memberikan solusi-solusi terobosan untuk atasi semua masalah ekonomi tersebut," jelas Reinhard. Kedua, Rizal adalah simbol keberpihakan rakyat. Klaim itu berdasarkan rekam jejaknya sebagai tokoh pergerakan selama 40. Dengan menyingkirkan Rizal dari kabinet, lanjut dia, sama saja Jokowi menghilangkan simbol keberpihakan rakyat dari pemerintahannya. Hal ini terutama tergambar jelas dari kasus Reklamasi Teluk Jakarta.

"Publik seluruh Indonesia paham benar bahwa RR direshuffle oleh Jokowi setelah berani hentikan reklamasi Pulau G milik Agung Podomoro karena alasan teknis dan kerakyatan. RR adalah pemilik saham terbesar atas isu reklamasi ini, bukan Anies Baswedan. Dan isu reklamasi jelas akan muncul lagi saat Pilpres 2019," tegas Reinhard. Ketiga, sambung Reinhard bangsa ini membutuhkan negarawan berkapasitas internasional yang mampu mengimbangi agresivitas Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Apalagi setelah pemimpin RRT, Xi Jinping dimungkinkan menjabat lebih dari dua periode oleh Kongres Nasional Tiongkok. (kf)

Category: 
Loading...