10 December 2018

Kata Boy Sadikin, Jakarta Perlu Gubernur yang Tak Menyakiti Warga

KONFRONTASI  -   Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Sandiaga S Uno bersama Boy Sadikin mengunjungi makam mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin di TPU Tanah Kusir kemarin. Boy berharap pasangan calon nomor 3 ini dapat meneruskan kepemimpinan sang ayah bila terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2017-2022.

Boy mengatakan, untuk membangun Jakarta memang membutuhkan pemimpin yang tegas. Namun, harus dekat dengan warganya dan tidak boleh ada yang dirugikan.

"Bukan pengusuran yang harus dijalankan. Tapi bagaimana membenahi warga Jakarta, tapi tetap senang, tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang disakiti. Tegas, disiplin boleh tapi tolonglah berpihak pada warga kecil," kata Boy yang berpesan kepada Sandiaga didepan makam Ali Sadikin, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2016).

Mendengar hal tersebut, pria yang akrab disapa Sandi ini menyatakan siap menjalankan masukan-masukan dari Boy. Begitu juga dengan Anies yan sebelumnya sudah terlebih dahulu berziarah ke makam Ali Sadikin saat hari pahlawan 10 November.  

Bahkan, kata dia, dirinya sudah menyelesaikan bacaan buku yang diberikan Boy beberapa waktu lalu.  Buku karangan almarhum berjudul 'Membenahi Jakarta Menjadi Kota Yang Manusiawi' itu jelas menjadi inspirasi buat dirinya bersama cagub Anies apabila terpilih menjadi pemimpin DKI 2017-2022.

Seluruh program yang dimilikinya bersama Anies, kata Sandi jelas mengadopsi gaya kepemimpinan Ali Sadikin. Salah satunya yaitu masalah penggusuran.  

Sandi menyatakan zaman Gubernur Ali Sadikin, pengusuran itu ada, tapi ditata. Namanya penataan. Untuk itu, dirinya bersama Anies akan tetap menggusur tetapi bukan hanya memindahkannya secara paksa ke Rumah Susun sewa (rusunawa). 

"Zaman Pak Ali Sadikin lahan masih banyak. Sekarang sudah sempit, jadi meman harus ada Rusunawa. Terpenting warganya harus senang. Kami juga akan hidupkan lagi kampung deret," jelas dia.

Janji Agus HY

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni akan menggelontorkan dana triliunan rupiah per tahun dalam bantuan tunai yang terbagi untuk usaha, keluarga kurang mampu, dan pemberdayaan komunitas.

"Setelah kami hitung, APBD Jakarta memiliki ruang dan kemampuan bagi kami untuk memberikan dana bergulir sejumlah Rp50 juta untuk satu unit usaha," ujar Agus didampingi calon wakil gubernur DKI Sylviana dalam pidato politik kedua di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Minggu.

Dana bergulir itu, katanya, akan mendorong ekonomi rakyat, mencetak usahawan baru, mengembangkan usaha mikro kecil dan koperasi untuk semua kalangan sehingga mengurangi pengangguran yang kini sebanyak 368 ribu orang berdasarkan data BPS.

Pihaknya akan mengalokasikan dana bergulir tahap awal sebesar Rp1 triliun untuk membangun dan mengembangkan 20 ribu unit usaha baru. "Apabila 1 unit usaha dapat menyerap 5 sampai 10 orang pekerja, maka program ini secara langsung akan mengurangi pengangguran 100 sampai 200 ribu orang," ujar dia.

Selanjutnya, ia akan mengalokasikan dana sebesar Rp650 miliar per tahun untuk diberikan kepada lebih dari 128 ribu keluarga miskin atau kurang mampu, baik yang memiliki lansia dan balita maupun tidak.  

Artinya, setiap keluarga miskin akan mendapatkan bantuan langsung sementara (BLS) sebesar Rp5 juta per tahun atau lebih dari Rp400 ribu per bulan.

(Juft/Hanter)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...