22 July 2018

Kasus Dihentikan Polda Jatim, Para Korban Ustaz Yusuf Mansur Akan Lapor ke Propam Mabes Polri

Konfrontasi - Merespon diterbitkannya surat perintah penghentian penyidikan (SP3) oleh Polda Jawa Timur terhadap kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor Ustaz Yusuf Mansur (UYM), pihak pelapor berencana akan mempraperadilankan hingga lapor ke Propam Mabes Polri.

“Kami baru tahu adanya SP3 ini dari media online. Sedangkan surat resmi dari Polda Jatim belum kami terima. Kalau benar di-SP3-kan dan setelah menerima pemberitahuan secara resmi serta mencermati alasan-alasan polisi, baru kami menentukan sikap,” sebut Darso Arief Bakuama didampingi kuasa hukum, Rahmat K.Siregar di Kawasan Tebet, Jaarta Selatan, Sabtu (30/9/2017).

Sementara itu, Rahmat menegaskan jika ada ketidakbenaran polisi dalam penyidikan kasus ini atau ditemukan adnya kejanggalan pada prosedur tetap (protap), pihaknya akan lapor ke Propam sekaligus melaporkan kembali kasus ini ke Mabes Polri.

Hasil gambar untuk yusuf mansur

“Disamping itu kami juga akan menempuh upaya hukum mem-praperadilankan,” jelas Rahmat.

Rahmat berharap polisi melihat kasus ini sebagai masalah penting, apalagi sekarang banyak terungkap kasus-kasus penipuan dalam investasi yang berkedok agama.

“Polisi harusnya lebih proaktif dalam penyidikan. Jangan menunggu sampai muncul banyak korban baru diproses dengan benar,” imbuh Rahmat.

Sebelumnya diberitakan Kepala Subdit Harda Bangtah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur AKBP Yudhistira mengaku kepada Media, pihaknya telah mengeluarkan SP3 terhadap kasus ini karena diniali kurang alat bukti.

“Setelah gelar perkara, hasil keputusannya adalah tidak cukup bukti. Sehingga, kita mengambil keputusan untuk dapat dihentikan penyidikannya,” kata Yudhistira, Sabtu (30/9) tanpa menyebut nomor surat SP3 tersebut.

Kasus ini ditangani oleh Polda Jatim dengan nomor laporan 742/VI/2017/UMJATIM. Pada 2012-2013 dengan tuduhan UYM mengajak jemaahnya berinvestasi untuk pembangunan Condotel Moya Vidi. Setiap modal Rp2,75 juta yang disetorkan, investor mendapatkan selembar sertifikat.

Belakangan, investasi itu diduga dialihkan oleh UYM untuk usaha lain, bukan kondotel seperti kesepakatan sebelumnya. Uang investasi yang disetorkan tidak jelas, termasuk keuntungannya. Akhirnya, sejumlah korban pun melapor kasus ke Polda Jatim.

Bahkan polisi sudah memeriksa 16 saksi, termasuk Yusuf Mansur dan sudah meningkatkan proses kasusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. “Jika sudah tingkat penyidikan itu mengindikasikan sudah adanya tindak pidana, kenapa malah muncul SP3,” tanya Rahmat. (akt/mg)

Category: 
Loading...