Kapolda Metro Jaya Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Firza Husein

KONFRONTASI - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengaku tengah  mempertimbangkan permohonan penangguhan penahanan tersangka kasus makar, Firza Husein.

Soalnya, sebelumnya pengacara Firza mengklaim kondisi kesehatan kliennya menurun saat berada di Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Nanti kita lihat, kalau nanti tangguhkan (dengan alasan) kemanusiaan, kita tangguhkan. Nanti lihat perkembangannya," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/2/2017).

Namun Iriawan membantah bahwa anak buahnya tak memperhatikan kondisi kesehatan Firza di tahanan. Menurut dia, semua tahanan mendapatkan perlakuan sama.

Tahanan yang sakit pasti akan mendapatkan penanganan medis.

"Apa yang nggak dicek, dia sehat aja kok. Kalau nggak sakit nggapain cek, kan dimonitor," ucap dia.

Seperti diketahui kondisi kesehatan tersangka kasus dugaan permufakatan makar, Firza Husein menurun selama mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Karena itu, tim pengacara Firza mendesak agar permohonan penangguhan penahanan kliennya segera dikabulkan.

Perpanjangan penahanan

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejati DKI Jakarta, Waluyo mengatakan bahwa perpanjangan penahanan perlu Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"Ya paling perpanjangan penahanan. Firza ditahankan. Mintanya ke kejaksaan. Selain SPDP dia harus ada penahanan. Kalau nggak ada SPDP, kejaksaan nggak mau memperpanjang penahanan," tuturnya.

Dia menjelaskan perpanjangan penahanan bisa selama 40 hari. Namun, tergantung dari penyidik Polda Metro Jaya.

Hal ini juga dilakukan saat Polda Metro Jaya menangani kasus kopi sianida dengan tersangka Jessica Kumala Wongso.

"Ini yang pertama, setelah 30 hari ya namti (diperpanjang). (batasan-red) Ya sama kaya Jessica lah. bisa 120 hari atau sekitar empat bulan lah," ucapnya.[ian/trbn]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...