Kapok, BBKSDA Bakar Pondok Pelaku Illegal Logging

Konfrontasi - Balai Besar Konsrvasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), melakukan patroli di dua kawasan konservasi di Riau. Dalam patroli itu ditemukan aktivitas illegal logging. Pondok pelaku seluruhnya dibakar.

"Kita melakukan patroli di kawasan suaka margasatwa (SM) Giam Siak Kecil di Kabupaten Siak. Di sana kita temukan barang bukti kayu hutan yang sudah diolah menjadi papan dan broti," kata Kepala Bidang II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro dilansir detikcom, Kamis (12/3/2020).

Heru menjelaskan, pihaknya berjalan kaki sekitar 10 Km untuk masuk ke dalam kawasan hutan. Sampai di lokasi, kehadiran mereka sudah bocor ke palaku.

"Jadi kita sampai di lokasi, para pelaku perambah hutan sudah meninggalkan lokasi. Dari informasi yang kita kumpulkan ada sekitar 30 orang yang melakukan illegal logging," kata Heru.

Masih menurut Heru, di lokasi tersebut pihaknya menjumpai barang bukti hasil penjarahan hutan. Ada barang bukti 10 kubik kayu yang telah dijadikan papan dan broti.

"Di lokasi itu kami temukan ada 8 gubuk sebagai tempat mereka menginap. Gubuk tersebut sebagian dibuat di atas pohon. Seluruh gubuk kami musnahkan ada yang dibakar dan yang kami rusak," kata Heru.

Untuk barang bukti kayu olahan, kata Heru, seluruhnya dicincang agar tidak bisa dimanfaatkan lagi.

"Kami sempat menginap satu malam di lokasi tersebut. Tidak ada para pelaku yang bisa kita tangkap. Karena sebelum kita sampai sudah ada yang membocorkan ke mereka. Namun kita menemukan sejumlah KTP di lokasi yang diketahui pelakunya dari warga Lampung," kata Heru.

Patroli yang sama juga dilakukan di SM Kerumutan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Di lokasi ini tim BBKSDA Riau juga menemukan aksi perambahan hutan.

"Di SM Kerumutan kita temukan barang bukti kayu olahan 10 kubik dengan ukuran panjang 4 meter," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau I Hansen Siregar.

Dia menjelaskan, di lokasi SM Karumutan juga ditemukan 3 gubuk sebagai tempat penginapan para perambah hutan. Gubuk tersebut juga dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Untuk barang bukti kayu olahan semuanya kita cincang di lokasi. Namun kita juga tidak menemukan para pelakunya karena keburu kabur. Patroli kita juga bocor, di lokasi masih ditemukan mereka merebus air yang belum mendidih," tutur Hansen Siregar. (dtk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...