Jokowi Terlalu Menghamba Kepada Tiongkok

KONFRONTASI - Ketua DPD DKI Ormas Mutiara Prabowo, Bastian P. Simanjuntak  mengatakan penampilan Joko Widodo dalam debat capres sesi tiga menunjukkan bahwa pengetahuan Gubernur DKI nonaktif tersebut sangat terbatas dalam hal Politik Internasional dan Ketahanan Nasional.

Menurutnya, dalam debat tersebut Jokowi ‎erlihat sekali sangat tidak siap. Mantan Walikota Surakarta tersebut juga terlihat mengulang-ulang pernyataan untuk mengulur-ngulur waktu. "Melihatnya jadi seperti seorang mahasiswa yang sedang sidang skripsi," katanya Selasa malam (24/6).

Bastian juga mengkritik jawaban Jokowi atas salah satu perntanyaan yang dilontarkan oleh rivalnya, Prabowo Subianto. Pertanyaan itu garis besarnya mengenai situasi Laut Cina Selatan dan dijawab oleh Jokowi bahwa Indonesia tak perlu ikut campur ketimbang malah berujung selisih dengan Tiongkok. Jawaban tersebut, menurut Bastian, sangat tidak pas. Apalagi, Indonesia menganut paham politik bebas aktif, yang artinya harus dapat berperan aktif menciptakan perdamaian dunia.

"Kok sepertinya Jokowi tidak berani mengambil sikap atau bisa dikatakan terlau menghamba kepada Tiongkok. Dan yang sangat menggelikan ketika Prabowo menekankan kembali kalau salah satu wilayah maritim kita juga termasuk dalam permasalahan claim oleh RRT, dengan sangat yakin Jokowi menjawab bahwa tidak ada permasalahan sama sekali antara Indonesia dengan Tiongkok mengenai wilayah maritim Indonesia," kritik dia.

Dengan mengatakan itu, lanjut Bastian, jelas sekali terlihat Jokowi adalah pemimpin yang selalu menganggap enteng permasalahan bangsa. Model pemimpin seperti itu nantinya sangat membahayakan ketahanan wilayah NKRI.

"Yang dikhawatirkan pihak-pihak di sekeliling Jokowi bisa saja memberikan masukan-masukan yang tidak benar mengenai kondisi geopolitik di indonesia, sehingga pada akhirnya bisa mengakibatkan salahnya Jokowi dalam mengambil suatu keputusan yang menyangkut batas-batas kepulauan Republik ini," terangnya.

"Kita masih mengingat bahwa saat ini Natuna di claim oleh RRT dalam peta merupakan Bagian dari wilayah RRT dengan 9 garis terputus, dan bahkan pulau Natuna ada dalam peta di paspor warga Negara tiongkok, kenapa Jokowi tidak mengetahui itu? Sungguh terlalu," sambung dia.[ian/rmol]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...