Jokowi: Hak Ahok Keluar dari Gerindra

KONFRONTASI - Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengatakn sudah merupakan hak politik Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) keluar dari Partai Gerindra. "Itu hak pribadinya Pak Ahok. Ngapain ditanyain," kata Jokowi seusai bertemu dengan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati No.7, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).

Begitu juga bila Ahok berkeinginan pindah partai politik lain, Jokowi menilai sikap itu juga hak politiknya Ahok. Tak boleh satu orang pun dapat mencampuri sikap Ahok tersebut, termasuk dirinya.

Namun bila Ahok ingin masuk ke PDIP, Jokowi menyatakan pintu partainya terbuka sangat lebar untuk mantan Bupati Belitung Timur ini.

"Sekali lagi, itu hak pribadi Pak Ahok. Mau ke PDIP silakan, mau ke PDIP silakan, partai lain silakan," ujarnya sambil tertawa.

Sebenarnya, lanjutnya, dia ingin bertemu langsung dengan Ahok. Jokowi ingin menanyakan langsung alasan Ahok mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Namun karena kesibukannya, dia belum sempat bertemu dengan Ahok.

"Hari ini pun, saya nggak ketemu, saya juga mau tanya itu. Paling ngobrol-ngobrol soal itu, kenapa memutuskan mundur. Biasanya, kalo pagi-pagi, biasanya ke ruangan bicara pemerintahan. Tiap pagi, kalau nggak sore. Karena sore ini ketemu pak Tony Blair, jadi belum bicara dengan Pak Ahok," jelasnya.[ian/bs]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...