Joko-Kalla Keok di Jakarta Timur, Prabowo-Hatta Menang

KONFRONTASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Administrasi Jakarta Timur menuntaskan Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kota/Kabupaten yang digelar di Desa Wisata, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (16/7).

Berdasarkan hasil rapat yang berakhir sekitar pukul 23.00 WIB tersebut, pasangan nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menguasai wilayah Jakarta Timur. Pasangan yang diusung Koalisi Merah Putih itu menang mutlak di 9 kecamatan dari 10 kecamatan yang ada di Jakarta Timur. Sedangkan pasangan Jokowi-JK hanya mampu unggul di satu kecamatan, yakni Kecamatan Pulogadung.

Secara total, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh suara terbanyak dengan 827.959 suara atau sekitar 53,6 persen dari jumlah suara sah sebanyak 1.544.695 suara. Sementara pesaingnya, pasangan Joko Widodo (Jokowi- Jusuf Kalla (Kalla) memperoleh 716.736 suara atau sekitar 46,4 persen.

Dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kota Jakarta Timur ini, tiga saksi dari masing-masing kubu berulang kali mengajukan protes karena data dari tingkat Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) tidak sesuai dengan data yang dimiliki tim pemenangan kedua pasangan calon. Akibatnya, rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Jakarta Timur, Nurdin harus diskors untuk memperbaiki data dari masing-masing kecamatan.

Selain protes dari para saksi, rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara ini diwarnai keberatan dari Panitia Pengawas Pemilu Jakarta Timur lantaran KPU Jakarta Timur tak menanggapi laporan adanya 42 lembar suara yang dicoblos melebihi pemilih yang hadir di TPS 80, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung.

Ketua Panwaslu Jakarta Timur Iflahah Zuhriyaten atau yang akrab disapa Ria telah merekomendasikan kepada KPU Jakarta Timur untuk menggelar pemungutan suara ulang di TPS itu lantaran surat suara yang dicoblos sebanyak 675 surat suara, sementara jumlah jumlah pemilih di TPS itu hanya sebanyak 633 pemilih.

Menurut Ria, sikap KPU Jaktim yang mengabaikan rekomendasi itu telah melanggar kode etik yang diatur dalam Pasal 110 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011. Atas sikap KPU Jaktim itu, pihaknya telah melaporkan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). "Sudah kami laporkan hal ini ke DKPP. Permasalahan surat suara ini signifikan memengaruhi perolehan suara," kata Ria.

Menanggapi keberatan dari Panwaslu tersebut, Nurdin menyatakan, setelah melalui proses veifikasi, seluruh surat suara yang dicoblos telah sesuai dengan jumlah pemilih yang hadir. Meski demikian, Nurdin mengakui, Form C7 untuk absensi kehadiran pemilih tak diisi oleh anggota KPPS di TPS 80 itu. "Tapi setelah kami cocokan dengan pemilih, dari data yang dimiliki anggota KPPS, itu semua sesuai dengan jumlah surat suara," kata Nurdin.

Berikut Hasil Rekapitulasi Tingkat Kota Jakarta Timur:

Kecamatan Pulogadung: Prabowo-Hatta: 74.138, Jokowi-Kalla:81.732
Kecamatan Cipayung: Prabowo-Hatta: 72.928, Jokowi-Kalla: 56.525
Kecamatan Ciracas: Prabowo-Hatta: 78.752, Jokowi-Kalla: 69.201
Kecamatan Duren Sawit: Prabowo-Hatta: 117.132, Jokowi-Kalla: 105.800
Kecamatan Kramat Jati: Prabowo-Hatta: 84.430, Jokowi-Kalla: 65.653
Kecamatan Cakung: Prabowo-Hatta: 140.363, Jokowi-Kalla: 112.921
Kecamatan Jatinegara: Prabowo-Hatta: 91.053, Jokowi-Kalla: 82.591
Kecamatan Pasar Rebo: Prabowo-Hatta : 61.182, Jokowi-Kalla: 45.274
Kecamatan Matraman: Prabowo-Hatta: 51.239, Jokowi-Kalla: 45.677
Kecamatan Makasar: Prabowo-Hatta: 56742, Jokowi-Kalla: 51362
Total Suara: 

Prabowo-Hatta: 827.959 (53,6 persen)
Jokowi-Kalla: 716.736 (46.5 persen)

Data penggunaan Surat Suara:
1. Jumlah surat suara yang duterima termasuk cadangan : 1.980.458
2. Jumlah surat suara dikembalikan oleh pemilik karena rusak dan/keliru coblos: 1.380
3. Jumlah surat suara yang tidak terpakai 418.967
4. Jumlah surat suara yang digunakan : 1.560.111

Data Suara Sah dan Tidak Sah:
1. Jumlah Suara Sah : 1.544.695
2. Jumlah Suara Tidak Sah : 15.416
3. Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah : 1.560.111.[SP/BS/IA]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...