7 April 2020

Jadi Lokasi Karantina, Warga Natuna Mengungsi, SD-SMP Diliburkan

KONFRONTASI -   Sudah tiga hari tiga malam ribuan warga Natuna turun ke jalan. Mereka tetap memprotes pemilihan lokasi itu sebagai tempat karantina bagi WNI yang dievakuasi dari Wuhan.

Saat rombongan WNI yang diangkut pesawat militer tiba di Lanud Raden Sadjad, masyarakat tetap memadati jalanan. Namun, langkah mereka dihadang pengamanan berlapis aparat keamanan. Sesekali pengunjuk rasa saling dorong dengan aparat TNI dan Polri yang menjaga ketat pintu masuk kompleks lanud.

Gagal masuk lanud, massa melakukan aksi bakar ban di depan pangkalan Lanal Ranai.

Menurut perwakilan demonstran, warga melakukan protes karena Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto tidak menjawab tuntutan warga yang disampaikan di DPRD Natuna sebelumnya. Misalnya, desakan agar karantina berlokasi di daerah lepas pantai, bukan di dekat area permukiman.

’’Tapi, hari ini pemerintah telanjur menempatkan lokasi observasi WNI di Lanud Raden Sadjad. Kejiwaan masyarakat terguncang karena lokasinya sangat dekat dengan permukiman,’’ ungkap Haryadi, tokoh pemuda Natuna, kepada Batam Pos.

Mereka juga meminta pemerintah memberikan kompensasi berupa jaminan kesehatan serta membuka posko layanan tanggap darurat. ’’Kami curiga ada WNI dari Wuhan yang sudah terinfeksi virus korona. Karena menteri kesehatan sudah bohong. Katanya menyambut WNI dengan tangan kosong, tapi nyatanya pakai seragam macam astronot,’’ lanjutnya.

Dia juga meminta pemerintah menyediakan psikiater untuk melayani warga Natuna yang takut akan ancaman tertular virus korona. ’’Tadi malam masyarakat menanti jawaban menteri kesehatan yang sudah menjanjikan. Tapi nyatanya bohong, Menkes malah berangkat ke Batam,’’ ujar pengunjuk rasa.

Masyarakat Natuna juga menuntut agar segala kebijakan pemerintah pusat disosialisasikan dulu kepada mereka. ’’Kalau dijelaskan dampak buruk dan baiknya kepada masyarakat, mungkin bisa diterima dengan akal sehat. Tapi, ini seperti bom waktu dicampakkan di Natuna,’’ tegas Haryadi.

Sebagaimana diketahui, WNI dari Wuhan dikarantina di hanggar barat Lanud Raden Sadjad, Natuna. Lokasi tersebut sangat dekat dengan permukiman penduduk seperti kampung tua Penagi. Jaraknya kurang dari 1 kilometer.

Sebagian warga Penagi mulai mengungsi atas inisiatif sendiri. Mereka berpindah ke rumah kerabat yang jauh dari lokasi karantina. ’’Kami cemas anak-anak. Jadi, harus mengungsi jauh dari sini di rumah kerabat. Sampai betul-betul aman. Sampai ada kepastian WNI yang dikarantina tidak positif korona,’’ ujar Apeng, warga Penagi.

Sementara itu, Danlanud Raden Sadjad Kolonel Pnb Fairlyanto menyatakan, meski lanud dijadikan lokasi karantina, penerbangan sipil tetap beroperasi sesuai dengan jadwal, baik dari Batam ke Natuna maupun sebaliknya. ’’Penerbangan dari Senin sampai Sabtu tetap normal,’’ katanya.

Sejak Natuna ditetapkan sebagai lokasi karantina WNI dari Wuhan, pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran kepada sekolah di beberapa kecamatan. Isinya, meminta proses belajar-mengajar diliburkan mulai 3 Febuari hingga 17 Februari.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Natuna Suherman menjelaskan, kebijakan itu hanya berlaku untuk SD dan SMP, sedangkan SMA/sederajat tetap belajar seperti biasa.

Dia menuturkan, sekolah yang diliburkan adalah sekolah di Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Selatan, Bunguran Timur Laut, Bunguran Batubi, dan Bunguran Barat.

Selama masa libur sekolah, diharapkan siswa tetap belajar di rumah. Mereka diimbau tidak melakukan aktivitas di luar rumah serta menghindari tempat keramaian. ’’Masyarakat diharapkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama cuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas jika mengalami gejala gangguan saluran pernapasan,’’ jelas Suherman.

Di bagian lain, Plt Gubernur Kepri Isdianto meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan. Pemerintah sedang menjalankan kewajiban untuk melindungi WNI, termasuk masyarakat Kepri. Dia menyatakan sudah memerintah Kadis Kesehatan Kepri Tjetep Yudiana dan tim untuk memantau perkembangan penanganan WNI yang dikarantina.

Menurut Isdianto, dalam laporan yang disampaikan Tjetjep, seluruh WNI yang dipulangkan berkondisi sehat. Isolasi dan karantina merupakan prosedur yang harus dijalani dalam upaya cegah tangkal. Dia menegaskan, Kadinkes sudah memastikan bahwa tak ada satu pun WNI yang boleh keluar dari ruang isolasi.

Dia memahami kerisauan masyarakat. Namun, Isdianto meminta masyarakat tetap tenang. Sebab, pemerintah pasti menjamin keamanan dan kenyamanan semua warga. Baik mereka yang dipulangkan dari Wuhan maupun yang di Kepri. ’’Sekali lagi, beri kepercayaan kepada tim. Pemerintah pasti melindungi warganya,’’ tegas Isdianto seperti dilansir Batam Pos.(Jft/Jawapos)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...