IT KPU Harus di-Audit Menyeluruh. Rizal Ramli Desak Kubu Jokowi Minta Maaf Sebelum Ajukan Rekonsiliasi !

KONFRONTASI- Indikasi kecurangan dalam sistem perhitungan suara (Situng) Pilpres terus menuai reaksi banyak pihak. Ironisnya, sejumlah kesalahan perhitungan yang dilakukan oleh KPU seolah tak ada yang memperdulikannya.

Negarawan Rizal Ramli angkat bicara terkait hal ini. Menurutnya, jika memang tidak ada kecurangan, maka seharusnya IT KPU diaudit menyeluruh (audit investigasi, sistem dan forensik), agar masyarakat mengetahui polemik sistem hitung yang dilakukan.

“Sederhana saja, kalau gak mau dibilang curang, kan bisa diaudit, agar kasus ini terang benderang, semua pihak mengetahui masalah ini,” ujarnya dalam sebuah talk show di radio, hari ini.

https://www.youtube.com/watch?v=S7sW8mpgyNU&feature=youtu.be

Rizal mengatakan, masyarakat Indonesia pada dasarnya pemaaf, jikapun memang betul adanya kecurangan, maka rakyat Indonesia akan sangat mudah memaafkannya.

“Rakyat kita ini sudah pintar, gak usah diajari, ngaku saja… minta maaf, dan rakyat memaafkan,” tegasnya.

Namun menurutnya, jika kubu Jokowi yang belum mau mengakui kecurangan malah meminta rekonsiliasi damai, hal tersebut sama sekali bukan bentuk rekonsiliasi.

“Enak banget melakukan kecurangan, melakukan kesalahan, tapi minta rekonsiliasi damai. Itu bukan caranya rekonsiliasi,” sambungnya.

Mantan Anggota tim panel penasihat PBB ini mencontohkan apa yang pernah dilakukan oleh legenda Afrika Selatan, yakni Nelson Mandela.

”Saat itu, semua pihak yang melakukan kejahatan kemanusiaan dan rasial harus menyampaikan pengakuan di depan publik. Setelah melakukan pengakuan, publik lalu memaafkan para pelaku. Hasilnya, kini Afrika Selatan dapat hidup damai antara kulit hitam dan putih. Orang-orang yang menyiksa Mandela dimaafkan tapi ngaku dulu,”ungkapnya.

Adapun rekonsiliasi saat ini yang diminta kubu Jokowi tanpa ada pengakuan atas kesalahan yang dilakukan. “Ini ngaku kagak, kecurangan berlangsung, tapi mau minta rekonsiliasi, dimana keadilannya?… Jadi maaf saja, kalau ada yang bilang rekonsiliasi, tapi belum mengakui kecurangan dan kejahatan yang dilakukan. Kok minta rekonsiliasi enak banget,” tutupnya. (Fel)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...