Ini yang Perlu Diperhatikan Orangtua Saat Memberikan Edukasi Soal Pandemi Covid-19 pada Anak

Konfrontasi - Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada orang dewasa, namun juga anak-anak.

Psikolog Anak dan Keluarga, Sani Budiantini Hermawan mengatakan, anak berpotensi mengalami stres lantaran harus terus berada di rumah.

“Karena kan anak itu senangnya keluar, bermain, bereksplorasi tapi sekarang kita dikit-dikit di rumah saja,” paparnya dalam talkshow bertema COVID-19 dalam Dongeng: Edukasi Pandemi Usia Dini, dikutip dari channel YouTube BNPB Indonesia.

Karena itu, kata Sani, diperlukan peran orangtua untuk memberikan pengetahuan soal Covid-19. Namun, orangtua terlebih dahulu perlu mengetahui tahapan perkembangan anaknya.

Salah satunya, saat memberikan pengertian soal Covid-19 pada anak, orangtua menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

“Orangtua harus tahu tahapan perkembangan anak dimana, kalau dia dalam usia masih dini, pertama yang kita lakukan bahasanya harus nyambung. Jadi bahasanya harus dimengerti dulu oleh anak. Kemudian kita juga jadi role model. Kita pakai masker, cuci tangan, anak pasti ngikutin,” ungkapnya.

Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani ini juga mengingatkan, para orangtua untuk tidak menekan atau memaksa.

“Jangan sampai orangtua menekan anak waktu memberi tahu sehingga anak malah stres, malah dia berkebalikan, gitu. Nggak mau pakai masker, cuci tangan, karena stres orangtuanya terlalu memaksa,” ujarnya.

Selain memberikan pengertian, orangtua juga disarankan untuk membuat berbagai kegiatan menarik di rumah agar anak tidak mudah bosan.

“Memang ini tantangan lagi. Bagaimana dibuat kegiatan di rumah yang menarik, yang menyenangkan dan anak fun, sehingga anak nggak merasa bosan di rumah,” paparnya.

“Intinya anak sebisa mungkin berkegiatan di rumah dengan fun, dan anak tidak merasa bosan, karena anak punya hak untuk tumbuh kembang dan bahagia dan itu adalah kewajiban orangtua memberikannya,” tandasnya. (pj1/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...