Ini Alasan Gereja di Papua Tolak Kedatangan Jokowi

KONFRONTASI-Sedikitnya ada tiga gereja di Papua yang menolak kedatangan Presiden Jokowi untuk ikut merayakan peringatan Natal nasional di Papua yang akan diadakan pada 27 Desember mendatang. Menurut Ketua Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Biro Papua, Novel Matindas, hal tersebut karena perayaan natal tersebut menghabiskan anggaran negara hingga Rp 20 miliar.

Sementara itu, Presiden dinilai tidak serius menangani kasus penembakan warga Paniai yang terjadi pada Senin lalu.

"Mereka menolak kedatangan Jokowi karena menurut mereka biaya perayaan natal itu terlalu besar. Sementara ada insiden di Paniai yang memakan korban jiwa yang seharusnya mendapatkan perhatian presiden. Jadi, mereka menolak itu dengan alasan perhatian presiden Jokowi untuk Papua tidak sesuai yang mereka harapkan. Sangat disayangkan saja kalau perayaan Natal itu sifatnya hanya pesta yang anggarannya bermiliar-miliar. Sementara ada persoalan yang butuh perhatian presiden," kata Novel.

Ketua Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Biro Papua, Novel Matindas berharap pemerintah secara adil dan transparan menyelesaikan setiap kasus-kasus kekerasan terhadap warga sipil di Papua.

Mereka mengharapkan sikap tegas Presiden Jokowi. Penyelesaian kasus kekerasan di Papua tidak boleh hanya sekadar penyelesaian secara adat melainkan juga melalui proses hukum yang berlaku.[mr/kbr]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...