Ingatlah Joko, Indonesia Itu Luas, Stop Pencitraan seperti Blusukan Kesana Kemarin

KONFRONTASI - Penggiat Kongres Advokat Indonesia (KAI) Erman Umar berharap kepada Jokowi untuk menegakan secara substantif dan kualitatif serta tidak diskriminatif dalam penegakkan serta pemberantasan korupsi. "Jokowi sebaiknya sudah tidak lakukan lagi pencitraan seperti blusukan kesana kemarin. Ingat, Indonesia itu sangat luas dan Jokowi harus serius untuk mewujudkan cita-cita Indonesia," kata Erman Kamis (24/7).

Cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kesejahteraan umum, melindungi rakyat Indonesia dan ikut dalam mensukseskan perdamaian dunia. Hal lain yaitu menerapkan praktek demokrasi yang baik dan berkualitas dan wujudkan negara hukum sesuai konstitusi.

"Para pembantunya dalam kabinet pun haruslah orang-orang yang kredibel dan kapabel," harap Erman.

Ia mencontohkan, untuk jabatan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa masih layak dipertahankan, Wakil Menlu Dino Patti Djalal atau Guru Besar UI Hikmahanto Juwana.

Begitu juga posisi Mendagri Gamawan Fauzi bisa jadi pilihan, Dirjen Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bisa jadi pilihan Jokowi.

Pengacara kondang Todung Mulya Lubis dan Hakim Agung Gayus Lumbuun bisa jadi pilihan untuk posisi Menteri Hukum dan HAM.

Untuk posisi Jaksa Agung, Erman mengusulkan dua komisioner KPK Bambang Widjojojanto atau Zulkarnain yang notabene mantan Kajati Jawa Timur itu.

"Pilihan mengangkat Komisioner KPK untuk membawa iklim pemberantasan korupsi KPK di lingkup Kejaksaan untuk meningkatkan kinerja pemberantasan korupsi di Korps Adhyaksa," kata Erman.[ian/bs]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...