Imbang Jaya: Cara Mendapat Pinjaman Besar untuk Bangsa/Negara Tanpa Melanggar Undang-Undang

KONFRONTASI- Jika Amerika Serikat  menggelontorkan US$2 Trilyun dan Uni Eropa menyiapkan €821 milyar euro stimulus utk mengatasi kerusakan berbagai bidang akibat covid 19, maka Indonesia baru dapat pinjaman kurang dari $1 milyar. Dampak covid 19 di Indonesia yg sudah menyerbu 27 provinsi mungkin akan lebih dahsyat daripada yg menimpa negara-negara adidaya, karena rakyat kita tidak bisa di-lockdown.

Demikian usulan, renungan dan masukan dari mantan aktivis ITB  Ir. Imbang Jaya, yang cukup lama menjadi eksekutif korporasi minyak ARCO di Amerika Serikat.

Menurut alumnus ITB dan AS  (65 tahun) yang prihatin dengan kondisi bangsa kita  itu, rakyat kita harus makan, sedangkan pemerintah tidak bisa memberi mereka makan, mana mau orang yg tidak diurus mengikuti perintah orang yg tidak mampu mengurusnya. ‘’Jadi segalak apapun TNI dan POLRI, saya pesimis rakyat mau nurut mereka utk tinggal dirumah saja TANPA ADA BANTUAN APA-APA,’’kata Imbang.

Solusi yang MUNGKIN bisa dilakukan pemerintah adalah sbb:

‘’Semua BUMN dan ANGGOTA KADIN diperalat oleh pemerintah utk pinjam dana totalnya minimum $500B. Colateralnya pakai milik para pihak yang ingin bantu rakyat, dan saya kenal dg beberapa yg punya collateral lebih dari $1Trilyun dan siap meminjamkannya utk kepentingan rakyat (bukan utk pejabat),’’ kata Imbang.

‘’Sumber Dana CASHnya salah satunya dari National Standard Finance (NSF), prosesnya sekitar 21 hari. Saya bisa bantu mengakses ke NSF dan pemilik collateral, jadi tinggal pihak BUMN dan KADIN memilih perusahaan perusahaan yg mau jadi alat pemerintah dalam mendapatkan pinjaman NSF,’’imbuhnya

Menurut Imbang Jaya, jika kita pinjam sampai US$2Trilyun maka kita bisa mengatasi semua masalah SEKALIGUS. ‘’Agar semua ini terealisir segera, maka pemerintah secepatnya memilih perusahaan perusahaan yg akan dijadikan ALAT UTK DAPAT PINJAMAN TANPA MELANGGAR UNDANG-UNDANG/Konstitusi,’’katanya.

‘’Saat ini NSF sudah saya lobby, mereka siap mendanai sampai US$2 Trilyun, utk tahap pertama $800milyar. Jadi jika kita pakai 150 BUMN dan 150 Anggota KADIN, mk kita punya 300 Perusahaan yg pinjam ke NSF dan bank bank besar dunia. Proyeknya bisa pakai yg sudah ada atau bisa minta pada BAPPENAS, sedangkan collateralnya saya yg bicara dg para pemiliknya,’’ imbuh Imbang Jaya.

‘’Kesepakatannya adalah DANA TERSEBUT BENAR-BENAR DIGUNAKAN UTK RAKYAT dan diawasi oleh team pengawas yg dipilih oleh pemilik collateral,’’ujarnya.

‘’Insya Allah dg cara seperti ini para penguasa tetap aman jadi penguasa, rakyat jadi selamat dan sejahtera, para pengusaha bisa bernapas lega dan para pahlawan kesehatan tidak terancam lagi nyawanya,’’katanya.Demikian usulan, renungan dan masukan dari mantan aktivis ITB  Ir. Imbang Jaya, yang cukup lama menjadi eksekutif korporasi minyak ARCO di Amerika Serikat.

(sumber2)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...