Guru Besar Bereaksi soal UU Cipta Kerja, Rizal Ramli Sentil Universitas Penjilat, Akademisi Penjilat

KONFRONTASI – Pernyataan sikap sejumlah guru besar tentang pengesahan UU Cipta Kerja mendapat acungan jempol dari tokoh nasional, DR. Rizal Ramli (RR). Menurut RR, dukungan paling besar thd status-quo itu adalah digital, di dunia maya, yg terdiri dari orang2 pengecut yg tidak berani tampilkan identitasnya, yaitu buzzeRP dan InfluenseRP, yang dibayar oleh status-quo baik dibiayai negara dan Bandar bandar Islam-phobia (semakin seram Islam, semakin deras funding).

Rizal Ramli Ajak Mahasiwa Jadi Agen Perubahan - Bisnis Liputan6.com

‘’Jadi pada dasarnya, dukungan terhadap status quo itu artificial dan illusive, tidak real. Dukungan terhadap Bung Karno, Soeharto, Gus Dur, bahkan Mega itu riel, nyata. Status-quo ini berdiri diatas ‘rumah pasir’, tapi congkak dan lupa rakyat. Waktu kebenaran akan tiba,’’ tegas RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur.

Pernyataan sikap dari para guru besar, dekan, dan akademisi dari 67 perguruan tinggi di tanah air yang keberatan dengan pengesahan UU Ciptaker itu dibacakan langsung perwakilan dari akademisi, Prof Susi Dwi Harijanti seara daring, Rabu (7/10) dan dipuji RR sebagai sikap moral yang bernilai dan penuh dedikasi.

\Rizal Ramli: Cakra Buana, Mereka Kecewa Karena Hidup Rakyat Makin Susah -  rmolbanten.com

Mereka menilai pengesahan UU Ciptaker yang dipimpin Puan Maharani cs itu terkesan terburu-buru. Ini mengingat materi dari UU Ciptaker yang sangat padat dan banyak masalah yang harus diselesaikan.

Gurubesar Universitas Padjadjaran, Prof Susi Dwi Harijanti itu, juga merasa aneh lantaran partisipasi publik amat minim dalam penyusunan aturan ini. Aapalagi, saat masih berbentuk draf banyak yang mengkritik.

Akan tetapi, pembuat UU bergeming. Susi Dwi Harijanti menilai pernyataan sikap ini merupakan bentuk tanggung jawab kaum akademik dan intelektual.

Rizal Ramli menyambut baik apa yang disampaikan Susi Dwi Harijanti cs. Baginya, pernyataan sikap itu jadi awal kebangkitan kelompok akademisi di tanah air.

Rizal Ramli: Neoliberalisme Yang Merusak Ekonomi Indonesia | Konfrontasi

“At last, The time of truth and good academic tradition started to blossom,” tuturnya dalam akun Twitter pribadi sembari menambahkan emotikon dua jempol, Kamis (8/10).

Sembari menyindir tokoh akademisi yang belum sadar, Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu menanyakan keterlibatan para gurubesar yang menjilat istana dalam kelompok ini.

Biasanya, mereka memberikan gelar kepada para pejabat, sekalipun tidak punya prestasi akademik.

Rizal Ramli: Jokowi Ketemu dong dengan Pimpinan-Pimpinan Buruh dan  Mahasiswa | Konfrontasi

“Ada ndak profesor, rektor dan dekan dari universitas penjilat dan feodal, yang doyan beri gelar kepada pejabat tanpa prestasi akademik?” tanyanya mengakhiri. (sta/rmol/pojoksatu/fajar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...