21 November 2017

Faisal Basri soal Jokowinomics yang Ugal-Ugalan: Kilas Balik

KONFRONTASI- Ekonom   Faisal Basri dari FE UI menilai  selama dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowinomics), perekonomian dijalankan secara ugal-ugalan. Faisal Basri menilai perekonomian Indonesia dijalankan secara ugal-ugalan oleh pemerintah. Ada dua hal yang dijadikan landasan argumen itu.

Pertama, Faisal Basri menilai pemerintah selalu mematok target penerimaan yang pajak tinggi, padahal kondisi ekonomi nasional dan global sedang mengalami pelemahan.

Pada 2015, target pajak sebesar Rp 1.489 triliun, namun realisasinya hanya mencapai Rp 1.240 triliun.

Pada 2016 hal serupa juga terjadi target pajak dipatok Rp 1.539 triliun, namun realisasi hanya 1.284 triliun triliun.

Kedua, Faisal Basri menilai pemerintah tidak mempertimbangkan kemampuan anggaran saat merencanakan belanja di dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Ia mencontohkan kasus proyek kereta cepat ringan atau light rapid transit (LRT). Proyeknya sudah dijalankan BUMN, namun terkendala pendanaan di tengah jalan lantaran anggaran yang terbatas.

"Lama-lama saya rasa Bu Sri Mulyani pening kepalanya karena rumusnya Pak Jokowi, 'pokoknya' (tanpa melihat kemampuan anggaran)," kata Faisal Basri.

Dalam salah satu acara diskusi ekonomi outlook 2017, Faisal Basri melayangkan kritik kepada pemerintah.

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menilai kebijakan yang dilakukan pemerintah Joko Widodo-JK banyak mengalami kesesatan. Menurutnya, kesalahan ini dimulai dari pembangunan jalan tol Trans Sumatera.

"Saya liat masih pak Jokowi ini melanjutkan kesesatan yang dibuat pak SBY. Kesesatan yang pertama tol trans sumatera, ini terbukti jalan tolnya dibikin tapi jalan non tolnya rusak berat. Akibatnya apa? Ongkos logistik naik tajam di Sumatera," kata Faisal di Jakarta, Selasa (7/3).

Kesalahan Pemerintahan Jokowi lainnya yakni pembangunan kerata Trans Sulawesi dari Makassar ke Manado. Menurutnya, proyek ini sangat tidak cocok jika dilihat dari kontur wilayah Sulawesi yang merupakan pegunungan.

"Kan Sulawesi itu cantik cakepnya itukan (kapal) roro. Sudah presentasi kita di ASDP tapi tidak selera," tuturnya.

Kemudian terkait tol laut khusus untuk pengangkut ternak seperti sapi sampai saat ini tidak jelas. "Uang yang dihamburkan banyak yang tidak karu-karuan," ujarnya.

Faisal menuding saat ini banyak pembantu presiden yang hanya menuruti kemauan Jokowi. Namun, tidak pernah menginformasikan bahwa proyek tersebut tidak sesuai kebutuhan masyarakat.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...