Dua Periode Menjabat Anggota Dewan, Dua Kader Golkar Tersangkut Pidana

Konfrontasi - Dua anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari partai Golkar yang tersangkut kasus pidana, yang sekarang ditangani pihak kepolisian daerah setempat. Disesalkan oleh para kadernya.

Salah seorang simpatisan partai Golkar, Amran Rauf, Kamis (15/1), mengatakan kejadian dengan ditahannya dua anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, masing-masing berinisial TB karena bersangkut dugaan korupsi dan LA yang tersangku masalah narkoba, sangat memalukan dan mencoreng nama baik partai.

Bukan saja polemik kepengurusan Partai Golkar tingkat Pusat yang masih bemasalah, ditambah juga dua orang kadernya yang saat ini duduk sebagai angggota DPRD Provinsi Gorontalo tersangkut masalah pidana yakni dugaan korupsi dan narkoba.

Mereka menilai, sebagai wakil rakyat seharusnya para anggota dewan menjaga kepercayaan yang diberikan, serta kinerja dan nama baik harus dijaga.

Dia menjelaskan, anggota dewan tersebut sudah dua periode duduk dikursi legislatif, sehingga sangat mengherankan masih bisa tersangkut pada masalah yang saat ini memang sedang diberantas dari bumi Indonesia.

"Seharusnya dua anggota DPRD Provinsi Gorontalo tersebut, menjaga nama baik partai serta menghindari persoalan yang berdampak pada masalah pidana," kata Amran.

Menurut dia, pemerintah sekarang ini sedang giat-giatnya memberantas korupsi dan narkoba, sehingga suatu tindakan yang sangat memalukan sebagai anggota yag tehormat malah tersangkut dengan persoalan tersebut.

Yuningsi Amad, salah seorang aktivis wanita di Kota Gorontalo mengatakan, bahwa tindakan dilakukan oleh LA yang merupakan salah seorang wanita duduk di Dewan Provinsi Gorontalo, sangat memalukan dan tidak pantas karena tertangkap tangan oleh aparat kepolisian Gorontalo menggunakan narkoba.

Menurut dia, meskipun masih akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tetap mengacu pada azas praduga tak bersalah, namun tindakan kedua telah mencoreng nama baik dewan dan partai, apalagi saat ini sudah dilakukan penahanan.

"Tidak mungkin penahanan dilakukan kepolisian, jika tidak didukung dengan alat dan barang bukti yang kuat," kata Yuningsi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Lisma Dunggio mengatakan, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap salah seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo berinisial LA, yang diduga menggunakan narkoba.

"Penangkapan dilakukan anggota Direktorat reserse narkoba Polda, BNNP serta Polres Kota Gorontalo hari ini pukul 05.30 Wita di vila miliknya yang terletak di Kelurahan Leato Kota Gorontalo," ungkapnya.

Polisi menemukan sebuah pipet panjang, sebuah pipet pendek, satu tutup botol yang berlubang dua dan satu plastik bening.

Menurut Lisma, kasus ini merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya di mana LA juga pernah tertangkap dengan barang bukti sabu 1,1 miligram. (cptr)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...