DPW PPP Minta Kepolisian Usut Misteri Kematian Wakil Ketua DPC di Tempat Mangkal Waria

Konfrontasi - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Jawa Timur, Musyaffak Noer, meminta kepolisian mengungkap misteri kematian Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Jombang, Syafii Has, di area kebun tebu Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat, 16 Maret 2018.

Menurut Musyaffak, misteri ini harus dipecahkan polisi, sebab di masyarakat telah timbul sebuah pertanyaan besar terutama karena jenazah Syafii ditemukan di tempat mangkalnya para wanita pria alias waria. Ditambah lagi, jenazah ditemukan hanya mengenakan celana dalam dan ada kondom di dekatnya.

"Itu tugasnya kepolisian mengungkap kasus itu, apa dibunuh atau tidak dibunuh itu harus jelas," kata Musyaffak pada Minggu, 18 Maret 2018.

Musyaffak membenarkan bahwa korban masih menjabat sebagai Wakil Ketua PPP Jombang. Sebelum itu, korban pernah menempati posisi sekretaris dan sebelum itu Bendahara PPP Jombang.

"Maka DPW (PPP Jatim) minta kepada kepolisian agar menyelidiki itu secara transparan, terbuka dan bersungguh mengungkap kasus yang terjadi," ujarnya.

Musyaffak dan kader-kader PPP belum percaya dengan persepsi berseliweran soal kemungkinan tewasnya korban berkaitan dengan hal negatif yang berhubungan dengan lokasi penemuan mayat, yakni tempat mangkal waria.

"Korban yang saya tahu baik orangnya, tidak neko-neko. Kami semua di PPP mengenal beliau orang baik," ujarnya.

Musyaffak mengakui korban saat ini menempati posisi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Jombang. Namun, setahun terakhir korban tidak begitu aktif dalam kegiatan partai karena keluhan sakit. "Beberapa bulan ini korban mengeluh sakit," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Mojokerto, Ajun Komisaris Polisi Suharyono, mengatakan bahwa polisi belum bisa memecahkan misteri kematian Syafii.

Sebab hingga saat ini polisi belum menerima hasil autopsi jenazah dari pihak rumah sakit. Karena itulah polisi belum bisa menyimpulkan apakah Syafii meninggal karena sakit atau dibunuh.

"Penjelasan dari rumah sakit, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hasil autopsi sekarang juga masih belum keluar, untuk sebab-sebab kematian korban," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, Ajun Komisaris Polisi Suharyono. (vv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA