DKI Jakarta Dipastikan Gunakan APBD 2014 dengan Pergub

KONFRONTASI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dipastikan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2014. Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik, h al itu sesuai dengan keputusan yang ada pada setiap fraksi di DPRD DKI Jakarta.

"Semua ketua, kecuali Fraksi Nasdem yang tidak sepakat. Golkar dan PDIP tidak hadir namun mereka sepakat APBD DKI digunakan seperti tahun 2014. Karena itu perintah Undang-Undang (UU)," terangTaufik di Gedung DPRD, Jakarta, Jumat (20/3/2015) malam.

Kata Taufik, hal tersebut dilakukan karena tidak adanya kesepahaman antara eksekutif dan legislatif terkait RAPBD DKI Jakarta 2015.

"Ini (RAPBD) tidak ditolak bahkan belum dibahas, waktunya tidak cukup, seperti masalah proyek tanggul, sudah dicoret tapi ada lagi, jadi tidak mungkn terbahas semua," jelasnya.

Sehingga, kata dia, DPRD berpegang pada aturan-aturan dan komitmen waktu yang disediakan oleh Kementrian Dalam Negeri, yakni tujuh hari. Untuk Itu, DPRD akan menyerahkan seutuhnya APBD 2015 kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Sesuai perintah UU manakala tidak ada kesepahaman maka kepala daerah yang menggunakan pagu tertinggi anggaran belanja tahun sebelumnya. Yaitu Tahun 2014 dengan Pergub," pungkasnya.[ian/okz]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA